Nostalgia di Pasar Triwindu

image
Tampak depan Pasar Triwindu.

Pengetahuan saya mengenai Pasar Triwindu yang berada di Kota Solo berasal dari tulisan di buku The Journeys 2. Salah satu penulisnya mengisahkan perjalanannya ke Solo dan sungguh berkesan saat bertandang ke Triwindu. Lantas, saya pun mulai googling mengenai pasar ini. Membaca keistimewaan pasar yang terletak di kawasan Ngarsopuro ini, bikin saya makin penasaran pengen ke sana.

image
Barang-barang lawas menjadi primadona di Pasar Triwindu.

Dua tahun kemudian, ingin saya terwujud juga. Iya, dua tahun bukan waktu yang cepat. Yang penting, kesampaian juga kan. Kesan pertama, begitu menggoda pasarnya tertata rapi. Sedikit mengingatkan Pasar Seni di Ancol. Di bagian depan terdapat spanduk bertuliskan ‘Pasar Triwindu’. Ada pula batu pernyataan peresmian pasar oleh Joko Widodo, yang kala itu masih menjabat sebagai Walikota Solo.

Memasuki Lorong Waktu Yang Hilang

Satu hal mendasar yang membuat saya kebelet ingin ke Triwindu karena banyak barang antik dan kuno yang dijajakan di sini. Entah dari dulu sampai sekarang, saya punya sentimen terhadap sesuatu di masa lalu (apakah ini pertanda saya anaknya susah move on?!?). Saya suka sekali dengan hal-hal yang berbau antik, klasik, jadul (jaman dulu), dan sejenisnya. Itulah salah satu alasan kenapa saya selalu girang tiap kali ke museum. Karena dengan semua itu serasa menembus waktu, menjelajahi sisi lain yang mulai terlupakan oleh gerusan modernisasi.

Memasuki lorong-lorong nan sempit di Triwindu, langsung membuka mata dan ingatan saya akan semua pernak-pernik yang hadir di masa lalu. Kenangan masa kecil yang membuat saya senyum-senyum sendiri (tentu saja bukan pertanda saya nggak waras lho!). “Ini kan ada di rumah oma! Ya ampuuunn… Ingat ini nggak, Phie? OMG!!”, dan sekian kalimat kaget lainnya tiap kali ketemu barang-barang yang telah lama “hilang”. Itu semua saya bagi bersama kakak dan mama tersayang, yang saat itu ikut menemani ke sana. Kami bertiga sibuk menunjuk barang yang ditata agak berantakan di tiap toko yang dilewati. Ada yang masih berdebu, ada yang sudah karatan, bahkan telah hilang sisi manisnya, tapi masih saja membawa emosi yang terpendam sekian tahun.

image
Ada yang pernah menggunakan telepon koin ini?
image
Peralatan dapur yang berjaya pada masanya.

Walaupun saya lebih banyak nostalgia ketimbang menawar barang. Lebih tertarik membidik benda-benda masa lalu melalui kamera, daripada membelinya. Tapi rasanya senang bisa menghabiskan waktu dan melepas rindu di Triwindu. Nggak selamanya mengenang sesuatu di masa lalu itu terasa pahit. Justru bisa saja menceriakan hati (tapi tergantung pengalamannya juga sih).

Pasar Triwindu

Jl. Pangeran Diponegoro

(depan Pura Mangkunegaran)

Solo – Indonesia

-PJLP-

Advertisements

3 thoughts on “Nostalgia di Pasar Triwindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s