Where’s Lara?

20140331_112215_1[1]
Where’s Lara?

Terima kasih kepada Hollywood, berkat film Lara Croft: Tomb Rider, jutaan pasang mata jadi mengenal Ta Phrom, termasuk saya. Walau sebenarnya lokasi syuting film ini tidak berpusar di Ta Phrom saja, tapi termasuk dekat Bayon Temple dan kawasan kompleks Angkor Wat lainnya, namun pemandangan bangunan yang ditumbuhi tanaman menjalar dengan batang-batang besar begitu menonjol dalam memori. Dan bagi saya, itu yang selalu diingat.

Menjadikan Ta Phrom sebagai penutup perjalanan sehari di Kompleks Angkor Wat sepertinya menjadi itinerary standar para supir tuk-tuk. Sebelumnya, menikmati pagi tercantik di pelataran Angkor Wat, lalu seseruan dan kepanasan di Bayon Temple. Kini, langkah beranjak ke Ta Phrom.

Dari ingatan saya, perjalanan menuju Ta Phrom memakan waktu 10 menitan. Sedikit menjauhi Bayon, melewati jalan aspal yang baik, tapi agak kering tanpa pohon-pohon rindang menyebar di sisi jalanan. Lalu lintas pun tak padat sama sekali. Terkadang berpapasan dengan tuk-tuk lain atau para pengayuh sepeda yang saya ancungi jempol karena tahan banting dengan cuaca super panas yang mencapai 45ºC.

Angin sepoi-sepoi bikin sedikit ngantuk. Iyalah, dari subuh udah beredar, kurang tidur juga di malam sebelumnya, paling enak sih tidur. Apalagi pas lihat si supir tuk-tuk pas lagi nunggu kami, dia gelar hammock yang diikat di besi-besi penopang dan dibentangkan secara diagonal dekat tempat duduk penumpang. Asyik banget deh lihatnya. Kelihatan pewe. Emang sih  space-nya kecil, cuma kan orang Kamboja rata-rata pendek-pendek juga, jadi nyaman-nyaman aja. Asli, pengen banget tiduran di hammock itu sebentaran aja. Apalagi uda masuk jam makan siang. Nah, adu-aduan deh, antara laper dan ngantuk yang pake banget.

20140331_111732_1[1]
Jalan masuk menuju Ta Phrom yang ditumbuhi pepohonan rindang.
10410532_10152213166442763_3885146369943011895_n_1[1]
Traditional band.
20140331_112248_1[1]
Looking for Lara?

Lagi melamun, tuk-tuknya berhenti. Yup, Ta Phrom di ujung jalan sana kata supir tuk-tuk. Kami akan masuk di pintu ini dan keluar di sisi lain. Di situ dia akan menjemput kami. Kembali dihujani matahari, panas lagi, menghitam kembali. Yeay! Dari pintu masuk kami melewati jalan setapak yang cukup lebar tapi puji Tuhan begitu rindang dan asri. Udara jadi segar karena di sisi-sisinya tertanam pepohonan tinggi. Sepertinya Ta Phrom tahu aja kalau kami lagi kepanasan.

Setengah perjalanan, kami menemukan grup musik yang sedang melantungkan melodi dan lirik bernuansa Kamboja. Semacam pengamen yang berisikan bapak-bapak. Alunan nadanya terdengar easy listening, pas dengan keasrian pemandangan siang itu. Karena dikejar waktu, keburu makin terik, kami terus melangkah sekian ratus meter, untuk kemudian bertemu dengan jalanan dari bebatuan, berbentuk seperti perempatan. Di depannya, ada bangunan batu yang menjadi semacam pintu penyambut.

Karena hampir seluruh kuil di Kompleks Angkor Wat tidak menyertakan papan arah ataupun petunjuk, ya asal masuk saja. kalau nggak mengikuti arah orang-orang kebanyakan, atau modal feeling, sisanya ngerandom aja. Kalau di Ta Phrom, di jalan masuknya cuma ada satu, jadi gampanglah. Untung bagian dalamnya nggak begitu besar dan luas, lebih mudah untuk eksplor, tanpa perlu mengulang rute yang sama yang udah dilewatin.

20140331_112407_1[1]
Where’s Lara?
IMG-20140331-WA0093_1[1]
Where’s Lara?
IMG-20140331-WA0092_1[1]
Watch out!

Kami masuk, masuk, dan lebih masuk, lalu  keluar di satu bagian dan disambut banyak orang yang foto-foto ke arah kami. Ealah, macam selebriti aja. Sayang, bukan kami objek utamanya. Cuma pas aja pintu keluarnya adalah dinding batu yang dirambati pohon. Itu lho, satu spot di Ta Phrom yang terkenal banget. Akhirnya ya, liat langsung.

Pemandangan Ta Phrom secara keseluruhan lebih banyak reruntuhannya. Banyak batu-batu tergelatak di tanah. Tumpukannya cukup tinggi. Walau terlihat berantakan, tapi entah kenapa masih menarik untuk dipandang. Kalau dipikir-pikir, main petak umpet di sini seru juga. Banyak tempat tersembunyi yang pastinya bakalan bikin pusing siapapun yang jaga kandang. Persis seperti adegan di Tomb Raider, yang anak kecil muncul, hilang, muncul, hilang kembali, dan bikin si Lara kebingungan cari dia.

20140331_112720_1[1]
Look at the sky!
20140331_113541_1[1]
Banyak reruntuhan batu di Ta Phrom.
20140331_113320_1[1]
Where’s Lara?

Walau luas dan besarnya masih kalah dibanding sesepuhnya Angkor Wat, tapi ada banyak titik ikonik yang bisa dijadikan spot foto. Seperti batang pohon yang melekat pada pintu keluar lorong. Ada juga rambatan cabang pohon yang menjalar di dinding batu. Lalu ada batang pohon yang bentuknya pipih namun lebar, kemudian dibengkokkan karena pertumbuhannya bisa menghalangi jalur jalan. Rambatan cabang pohon yang menempati sebuah ceruk yang agak mirip seperti pintu masuk gua. Dan masih banyak lagi.

Karena sudah kelewat panas dan mulai mengalami gejala dehidrasi, ngantuk, dan lapar teramat sangat, saya jadi malas motret pake kamera. Cuma sanggup pegang HP dan motret pake itu. Walau ada beberapa bagian yang adem karena ditudungi pepohonan tinggi atau bisa “ngumpet” dengan menelusuri lorong-lorong Ta Phrom, tetap aja, hawa panas nggak bisa dilawan. Udalah, nyerah saya. Selepas tengah hari, kami kembali ke hostel. Bye Ta Phrom, see you another time.

20140331_114548_1[1]
Banyak pohon-pohon dengan batang yang menarik.
20140331_113618_1[1]
Lagi, batang pohon yang menarik.
20140331_115557_1[1]
Sisi lain Ta Phrom.

Quick facts about Ta Phrom:

-Dibangun dengan gaya Bayon dari abad ke-12 hingga ke-13 oleh Raja Khmer Jayawarman.

-Nama asli Ta Phrom adalah Rajawihara dari Bahasa Khmer.

-Bangunannya sendiri tidak dipugar, dibiarkan sama seperti ketika ditemukan karena sekaligus ingin melestarikan akar-akar merambat yang tumbuh sepanjang candi.

-Salah satu ukiran di dinding Ta Phrom bergambar Stegosaurus, salah satu varian dinosaurus. Satu fakta yang menjadi misteri adalah bagaimana orang-orang di Khmer 800 tahun lalu bisa mengetahui hewan ini, sedangkan populasinya sudah lama punah dari muka bumi jauh sebelum pembangunan Ta Phrom?

How to get there?

Ta Phrom berada di Siem Reap, yang bisa ditempuh 6-7 jam dari Phonm Penh menggunakan bus. Bisa juga naik pesawat untuk mempersingkat waktu.

Need to Know!

Tiket masuk sekaligus dengan tiket masuk Kompleks Angkor Wat, yang bisa dibeli dengan beberapa kategori berdasarkan jumlah hari kunjungan. Tiket harian $20.

Note:

Pastikan memakain topi, kacamata hitam, bawa minum untuk menghindari kepanasan dan kehausan selama di Ta Phrom.

-PJLP-

Advertisements

One thought on “Where’s Lara?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s