Two in One

image
River Hongbao Festival 2013 yang marak dengan lentera warna-warni.

Happy Lunar New Year everyone. Also Happy Valentine. Kedua selebrasi ini kerap mengisi Februari dan selalu nyaris berpapasan. Saya jadi terkenang momen dua tahun lalu, saat menikmati Imlek dan Valentine dari negeri seberang.

Saya sendiri memang tidak merayakan Imlek. Tapi selalu menarik untuk turut merasakan keramaian suasana dan menyaksikan segala atribut perayaan yang sangat khas itu. Sedangkan Valentine sendiri biasanya diapresiasi secara sederhana saja, bersama mama dan kakak-kakak. Biasanya kami saling kasih cokelat atau hadiah tertentu. Kayak tahun ini, saya dapat cokelat dan tumbler, plus kami, The Picauly’s, nonton bareng di bioskop 🙂

Anyway, dari dulu memang ingin sekali lihat langsung perayaan Imlek. Nggak usah jauh-jauh deh, ke Petak Sembilan saja sudah syukur (tahun kemarin akhirnya kesampean juga sih). Tapi namanya rezeki Tuhan yang datang tanpa diminta, malah kedapetan bisa menikmati perayaan Tahun Baru Cina di Singapura. Tuhan tahu betul ya caranya kasih kejutan.

Jadi dua tahun lalu saya berkesempatan mendatangi River Hongbao Festival yang diadakan di The Float Marina Bay, Singapura. Memang waktu kedatangan saya selepas tahun baru, tepat saat Valentine. Walau datang sedikit terlambat, namun nggak mengurangi kemeriahan acara tahunan tersebut.

image
Lampu dan lentera merah menjadi menu utama di River Hongbao Festival.
image
Gapura mini menjadi penerima tamu di The Float.
image
Is it Kung Fu Panda? Nein.

River Hongbao Festival merupakan tradisi bangsa Singapura dalam menyambut Tahun Baru Cina. Biasanya berlangsung selama seminggu penuh, malah jadi libur nasional selama itu. Penamaan festival ini diambil dari kata ‘hong bao‘, yang berarti paket merah atau kita biasa mengenalinya sebagai amplop angpao yang warna merah itu lho. Hong bao sendiri mewakili keberuntungan dan diharapkan akan memberikan kemakmuran.

Festival ini pertama kali diadakan pada 1986. Dan sejak itu menjadi event tahunan dan dinanti-nantikan warga Chinese maupun non Chinese di Singapura juga negara sekitarnya. Pada 2013 silam, kalau nggak salah Imlek jatuh pada tanggal 10 atau 11 Februari. Sedangkan River Hongbao sendiri berjalan dari tanggal 8 hingga 16 Februari. Dan sepanjang festival, siapapun bisa mengikutinya tanpa dipungut bayaran.

Datang ke River Hongbao itu enaknya saat malam. Karena kerlap-kerlip lampu festival didukung gedung-gedung pencakar langit menjadi satu kesatuan yang memukau Anda. Yang paling khas sih pemandangan dengan latar Marina Bay Sands. Bangunan pencakar langit dengan lampu-lampu yang memeriahkan suasana makin menambah keriaan malam.

Hari itu tepat tanggal 14 Februari, rintik-rintik hujan menjadi penyambut saya di The Float. Apalah arti Imlek tanpa turunnya hujan. Untung sudah siap payung dari awal. Dari jalan masuk mata ini sudah dimanjakan dengan warna-warni lampu dan lentera. Paling dominan warna merah. Memasuki The Float, kita akan melewati gapura mini yang dihiasi lampu-lampu cantik. Di areal The Float sendiri sudah marak dengan banyak lentera. Banyak banget. Penuh warna. Dalam ukuran besar, besar sekali, kecil juga sedang. Serasa di negeri dongeng. Saya saja sampai bingung mau mulai dari mana..hehe. Habis semuanya bagus sih.

image
Banyak kreasi lentera, tidak hanya shio dan lambang-lambang khas Cina.
image
Semacam lentera wayang ya.
image
Ada pula street art sepanjang arena festival.

Tiap tahun temanya beda-beda. Kali ini panitia ingin menarik minat pengunjung dengan menyajikan lentera-lentera cantik yang menyimbolkan 12 shio Cina. Tapi karena tahun itu adalah tahun ular, tak heran kalau lenteranya paling besar sendiri. Lentera-lentera ini semuanya berasal dari Cina yang dibuat manual. Walau hujan menerpa, tapi karya-karya cantik ini tetap bertahan di tempatnya masing-masing.

Ada pula satu lentera yang menyita perhatian banyak orang, adanya di pojokan, sedikit terisolasi, tapi paling megah, paling tinggi. Dialah Chai Shen, God of Wealth, dewa kemakmuran. Lenteranya dibuat paling tinggi, sekitar 18 m. Banyak yang berpose di depannya. Tapi kalau ingin hasil foto lebih menarik, coba naiki jembatan yang dibuat berlatarkan lentera God of Wealth. Dari jembatan ini bakalan dapat angle yang bagus untuk dipotret, karena menyisipkan skyscraper Singapura. Yang enak, ada beberapa orang yang menjaga jembatan tersebut dan bertugas untuk memotret pengunjung. Jadi kalau datang sendiri atau nggak bawa tongsis, nah orang-orang ini akan membantu dan memotret kita. Asyik kan!

image
Banyak pengunjung yang berpose berlatarkan lentera super tinggi ini.
image
Bless me!
image
Buah nanas dianggap sebagai lambang keberuntungan.

Ada lagi lentera kesukaan saya. Letaknya agak di depan. Bentuknya seperti buah nanas dengan warna menyala, ada tiga buah. Pada dinding-dindingnya kayak dipasang koin-koin emas. Seperti yang kita ketahui bahwa nanas dalam Imlek menjadi simbol keberuntungan. Makanya banyak yang berpose di depan lentera nanas. Sekalian berharap keberuntungan dapat mengikuti mereka di tahun yang baru.

River Hongbao sendiri tidak saja disemarakkan dengan sajian lentera saja. Ada panggung terbuka yang tiap harinya memberikan aksi hiburan, baik tarian, nyanyian, sulap, termasuk akrobatik. Ada banyak tempat duduk yang disiapkan panitia untuk memberi kenyamanan pengunjung. Waktu itu saya sempat nonton sebentar. Sayang hujan terus turun, mau neduh pakai payung tapi kasihan sama orang-orang yang duduk di belakang saya, nanti akan terhalang oleh payung.

image
Berbagai pertunjukan digelar tiap malamnya di panggung utama.
image
Selain menyediakan aneka food hawker, ada juga penjaja suvenir dan pernak-pernik khas Cina.
image
Pada beberapa titik disediakan wahana bermain bagi anak-anak.

Sebagai tambahan hiburan, ada banyak food hawker yang berjajar sepanjang arena. Pilihannya banyak, dari menu ala Chinese, India, Peranakan, Western, pokoknya semua ada. Bisa sekalian wisata kuliner kan kalau ke sini. Karena kemarin sudah makan malam di hotel sebelum berangkat, saya cuma beli es krim durian. Duh, enak banget. Padahal saat itu lagi dingin, tapi susah buat nolak es durian. Kalau yang datang bersama anak, ponakan, cucu, sekitaran The Float ada area bermain bagi mereka. Dari perahu-perahuan, mobil-mobilan, mandi bola dan sebagainya. Cukup memenuhi semua jenis usia kalau ke sini. Di samping itu ada beberapa penjaja suvenir yang menjual berbagai ornamen Cina.

Menjelang pulang, saya jalan-jalan dalam gerimis menuju area yang ditudungi lampu-lampu dan bunga-bunga berwarna merah muda, seperti sakura. Ah, pokoknya romantis sekali. Apalagi sepanjang mata memandang banyak pasangan lagi payungan berdua sambil pelukan atau gandengan. Tidak ada kesan yang lebih romantis lagi di Hari Kasih Sayang selain melihat semua ini. Iya, semacam iri juga mupeng. Rasa-rasanya ingin ₩@₩×)(,)&+£^$%. Ya coba diartikan aja sendiri. Intinya, mungkin lain waktu saya akan lebih beruntung, amin! *lalu makan buah nanas.

image
Cantik nan romantis.
image
Sweet sweet Valentine moment.
image
Makin mellow ketika hujan rintik-rintik, hawa dingin menyerbu, dan saya cuma payungan sendirian. *sigh

 

Need to know!
-River Hongbao Festival diadakan sebelum hingga sesudah Tahun Baru Cina.
-Biasanya festival ini tidak dikenakan biaya masuk.
-Sediakan payung karena festival ini diadakan di tempat terbuka.
-Sebaiknya datang dari sore hingga malam.
-Di festival juga tersedia penjaja makanan juga suvenir.

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s