Terasing di Tangkahan: Part II

image
Hello guys!

Setelah beradaptasi dengan rimba Tangkahan yang menyejukkan mata dan hati, hari kedua waktunya untuk eksplorasi alam. Di Tangkahan sendiri ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, cocok untuk segala jenis tamu. Mau yang adventure-an banget sampai yang kelas santai. Kalau bingung, bisa mampir di Visitors Center.

Waktu kemarin ke sana rombongan kami banyak banget, makanya dibuatlah tiga jenis aktivitas yang bisa dipilih sesuai kemampuan dan ketertarikan. Pilihan pertama untuk golongan hardcore yang ingin trekking menelusuri hutan dan caving ke gua. Opsi kedua river tubbing dan eksplor air terjun. Yang terakhir, yang paling gampang dan menyenangkan yaitu Elephant Riding menyusuri sungai. Sudah pasti saya skip pilihan pertama. Selain malas ngos-ngosan trekking, plus nggak enak kalau nanti ngerepotin orang lain karena mesti nungguin saya lama jalannya. Akhirnya milih aktivitas kedua. Sepertinya lebih fun.

Selepas sarapan nasi goreng, peserta di homestay saya secara bersamaan kembali ke lokasi rakit buat menyeberang. Tujuan pertama kami adalah ke tempat pemandian gajah. Yup, sepagi itu kami akan memandikan kawanan gajah di tepi sungai. I’m super excited!

image
Perjalanan menuju tempat pemandian gajah.
image
Super cute!
image
Baby Amelia.

Setelah menyeberang, kami melanjutkan perjalanan ke arah utara. Melewati jalanan berbatu dan tanah merah, sekitar 10 menitan. Jalannya sih datar aja, nggak usah takut mesti nanjak. Lokasi pemandian gajah persis di tepi sungai. Tapi, mana gajahnya? Eh, ternyata beberapa menit kemudian mulailah mereka satu per satu datang. Dari yang besar hingga yang kecil dan imut.

Total ada delapan gajah yang jinak, mereka adalah si gagah Theo, Sari, Ardana, Agustin, Olive, Eva, Yuni, dan si cilik Amelia. Seru amat lihatnya. Pengen cepat-cepat mandiin. Lalu masing-masing kami dikasih sikat dan diperbolehkan untuk mulai memandikan hewan mamalia yang nggak bisa melompat itu. Gajahnya anteng aja pas disikat. Mereka tiduran di sungai dan siap untuk dimandikan siapa saja. Di sisi lain ada dua gajah yang saling mengikat belalai mereka. Menggemaskan sekali. Trus ada yang lagi berendam seluruh badan sampai cuma menyisakan mata dan sedikit wajahnya saja. Trus ada Amelia yang mondar-mandir di sebelah induknya. Cute banget!

Habis dimandikan kami juga diberi kesempatan untuk memberi makan. Sarapannya pisang kepok. Pegang sebuah pisang di tangan lalu didekatkan ke mulutnya, langsung deh dengan mudah dimakan si gajah. Beberapa di antara kami sibuk foto-foto di samping gajah. Memang ramah-ramah sih kawanan gajah di sini. Makanya kami bisa leluasa dan nyaman dekat mereka.

Seusai main-main sama gajah, kami mulai berkelompok sesuai dengan pilihan aktivitas. Untuk river tubbing, starting point-nya di tempat yang sama untuk memandikan gajah. Jajaran ban karet warna hitam sudah siap di tepi sungai. Masing-masing ban diikat dengan tambang untuk menyatukan 7-8 ban sekaligus. Lalu kami disuruh duduk di masing-masing ban, dengan bantuan pemandu jajaran ban didorong dan kami pun mulai mengarungi Sungai Batang Serangan dengan arus yang tidak begitu kencang. Tenang, di bagian depan dan belakang ada pemandunya. Duduk santai aja dan menikmati alam yang terasing dari modernitas. Lagipula tiap peserta akan dilengkapi life jacket, jadi aman bagi yang nggak lihai berenang.

Seru juga ternyata river tubing. Dulu pernah nyobain cave tubing di Gua Pindul, cuma sensasi kali ini lebih seru aja. Baru sebentar kami menaiki ban, persis di pertigaan sungai yang mempertemukan sungai ?? dan sungaib??, kami disuruh turun. Areanya dangkal. Lantas disuruh jalan kaki di sungai untuk menuju air terjun yang pertama yaitu Air Terjun Garut. Cukup kesulitan buat jalan di dalam air yang kadang sebetis tingginya. Apalagi mesti melawan arus. Untung tidak seberapa jauh.

Lalu kami belok kanan, masih di jalur sungai kami masih menerobos aliran sungai. Sekitar 200 m di depan sana ada Air Terjun Garut. Rupanya tidak dahsyat amat. Dikeliling batuan hitam dan cukup merepotkan untuk menjangkaunya. Mesti ekstra hati-hati buat manjst-manjat di antara batu. Kenapa mesti manjat? Karena air terjunnya ada di belakang batunya. Yang ada saya nggak berani sampai dekat tumpahan air. Daripada cari perkara jatuh dan luka-luka kan. Kami cuma sebentar aja di sini.

image
Waktunya mandi.
image
Mahout and his baby elephant. Mahout itu sebutan pawang gajah.
image
Sungai Buluh.

Kembali ke jalan masuk, kami terus melangkah lebih dalam. Terkadang mesti berenang di sungai. Termasuk jalan kaki di pinggir Sungai Buluh. Katanya kami mau diantar ke semacam hot spring ala-ala gitu. Cumaaa… adanya di seberang sungai. Kalau mau ke seberang ya mesti berenang melewati arus yang lumayan kencang.

Akhirnya ada beberapa yang berhasil ke seberang. Semuanya cowok. Ah, saya nggak mau kalah dong! Cuma berenang doang, gampanglah. Jaraknya juga ga seberapa. Ya udah dong, langsung nyebur dan eh eh eh, ini arusnya deras banget. Berenang sekuat tenaga, tetap aja terseret arus. Makin dilawan, makin kecapekan sendiri. Susah maannnn buat ngelawan arus. Terbawa jauh dari lokasi disuruh ke pinggir sungai karena arusnya nggak sekencang di tengah. Dari situ jalan ke arah berlawanan. Untung airnya masih sebetis.

Setelah berhasil sampai, ya ampun, hot spring-nya nggak bisa dijangkau. Rada susah masuknya. Iihh…nyebelin! Daripada lama-lama kecewa, satu-satu kami lompat ke sungai. Posisi kami ada di atas batu yang cukup tinggi, instead merangkak turun, nekat aja terjun bebas untuk kemudian membiarkan aliran membawa kami kembali ke tempat awal diturunkan waktu river tubbing tadi. Asoooyy banget! Serasa body rafting walaupun belum pernah body rafting sih.

Tiba di lokasi yang dituju kami bertemu rombongan yang Elephant Riding. Mereka pengen gabung karena ternyata aktivitasnya gitu-gitu aja. Yo wis-lah, makin ramai. Kembali menaiki ban masing-masing, kami melanjutkan pengarungan ke sisi lain Tangkahan. Bersambung ke Terasing di Tangkahan: Part III ya!

Note:
Perhatikan ini saat river tubing!
*Jangan melepas life jacket sebelum kegiatan berakhir.
*Hati-hati dengan serangga hitam yang ada di ranting serta pacet di sungai.
*Disarankan menggunakan celana panjang.
*Pakai pakaian senyaman mungkin karena akan basah sepanjang perjalanan.

Kantor LPT Tangkahan
Gedung Visitor Center Tangkahan
Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan
Langkat, Sumatera Utara, Indonesia 20883

tangkahanecotourism.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s