Window to the World

image
Be a stamp!

Waktu masih bocah pasti punya koleksi yang dibangga-banggakan. Dulu macam-macam tuh koleksi saya. Dari ngumpulin sticker, kertas file, tazos (ketauan kan angkatan 90-an), hingga perangko. Yang terakhir ini sebenarnya hobi turunan. Awalnya kakak saya yang ngumpulin, terus dialihkan ke saya. Sayang, saya kurang getol buat cari-cari perangko unik. Alhasil nggak beranak-pinak koleksinya. Cuma satu buku saja.

Tapi memang menarik sih mengurai informasi mengenai perangko dan fakta-fakta di belakangnya. Walau disepelekan karena apa sih serunya, enaknya, menariknya menjadi seorang philatelist Tapi produk pos ini bisa jadi sumber wawasan yang punya nilai tinggi. Bayangkan kita bisa tahu negara, tokoh-tokoh penting dunia, atau pun tempat-tempat di dunia yang dijadikan objek pada sebuah perangko. Belum lagi kalau perangko-perangko kelas vintage yang diterbitkan beberapa dekade lalu dan kini dicari-cari dengan nilai jual tinggi. Kan bisa jadi sumber investasi juga. Someone said, “To study a stamp is to learn about the richness of the world behind the stamp. Philately is a window to the world.”

Kalau dikaitkan dengan traveling, nih jangan lewatkan ke Singapore Philatelic Museum, museum yang ditujukan bagi pecinta dan penikmat perangko. Walau memang bukan yang terbesar, tapi museum ini sangat menarik menurut saya. Lokasinya sendiri ada di Coleman Street. Dekat banget sama Peranakan Museum Singapore. Bangunan bertingkat dua yang dari luar tampak klasik dengan warna pastel. Dekat pintu masuk ada kotak pos warna merah yang menjadi penyambut tiap tamu.

image
Lokasinya berdekatan dengan Peranakan Museum Singapore.
image
Kotak pos ikonik di depan museum.

Melewati pintu masuk dari kaca, saya bertemu seorang bapak tua yang jadi penjaga di loket. Di area dekat loket juga terdapat etalase yang menjual suvenir, salah satunya pembatas buku dengan gambar-gambar lucu. Seusai bayar, kemudian menyusuri lorong  yang dengan beberapa ruang pamer di kiri-kanannya. Di awal-awal saya dan pengunjung lainnya dipaparkan apa itu philately, sejarahnya dan perkembangannya dari masa ke masa. Philately sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yakni dari kata philos yang berarti cinta dan ateleia yang bermakna sudah dibayar atau bebas pajak. Philately sendiri pertama kali digunakan tahun 1864 oleh Georges Herpin, seorang pengumpul perangko. Philately sendiri merupakan simbol dari pajak yang telah dibayarkan.

Di bagian lain saya melihat jajaran kotak pos bermacam bentuk, ukuran dan warna. Lalu ada surat raksasa sebagai backdrop-nya. Koleksi perangko lainnya diperkenalkan di ruangan lain. Museum ini sendiri memiliki koleksi perangko dan benda-benda pos dari tahun 1830-an hingga masa kini. Koleksi berasal baik dari Singapura sendiri maupun dari member dari Universal Postal Union di seluruh dunia. Di galeri permanen yang tersedia, memperkenalkan warisan philately di seluruh dunia, dimulai dari awal mula perangko tercipta dan bagaimana perangko menjadi jendela dunia.  Singapura sendiri merupakan bagian dari koloni Inggris dari tahun 1819 hingga 1965. Juga menjadi bagian dari Straits Settlements dari tahun 1826-1945. Koleksi dari The Straits Settlement sendiri terdiri dari esai, printan, percobaan, spesimen, serta perangko yang masuk dalam koleksi.

image
Satu sudut yang saya sukai.
image
Ada beberapa ruang pamer di sini.

Tidak hanya benda-benda pos yang dipertunjukkan, ada juga penjelasan dan ruang pamer yang berkaitan dengan kantor pos dan sistematika di dalamnya. Bergerak ke lantai dua, sajiannya tidak terkait langsung dengan benda-benda pos. Lebih kepada budaya dan sejarah Singapura pada awalnya. Kedatangan para imigran dari Cina, Melayu, India, Eropa, yang akhirnya memengaruhi budaya dan mencipta akulturasi. Jadi banyak elemen-elemen yang turut dipajang di sini, yang mempertunjukkan keragaman budaya di Singapura.

Secara keseluruhan museum ini cukup menarik, walau mungkin akan sedikit membosankan bagi mereka yang bukan pecinta perangko. Walau penataan dan jumlah koleksi yang mereka miliki cukup mengagumkan.

Singapore Philatelic Museum

23-B Coleman Street

Singapore 179807

Tel: +65 6337 3888

spm.org.sg

Jam buka:

Monday 13:00-19:00

Selasa-Minggu 09:30-19:00

Tiket masuk:

Dewasa SGD6

-PJLP-

Advertisements

One thought on “Window to the World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s