Tator Lembar Ketiga

image
Selamat datang di Lemo.

Perjalanan mengitari Tana Toraja (Tator) tidak berhenti di Kete Kesu dan Londa. Kali ini ada Lemo yang siap naik pentas maya.

Di postingan sebelumnya saya sudah berkelana ke dua objek wisata istimewa di Tator. Tentu saja membuat saya ingin mempercepat langkah untuk menghampiri tempat lain. Tapi apa daya, perut minta diisi. Apalagi makan terlalu pagi cuma nasi ketan dan ikan soko. Jadi dari Londa, saya dan Eka meminta diantarkan ke restoran dulu buat sarapan. Di rumah makan yang sederhana itu saya puas menyantap babi kecap yang enak banget. Seporsi kenikmatan yang sebenarnya bisa buat dua-tiga orang, tapi saya habiskan sendiri..hahaha. Sarapan seharga Rp50.000 yang terlalu berlebih untuk flashpacker kayak saya, tapi bikin hati dan perut bahagia.

Sehabis perut kenyang, the journey must go on! Lemo nyaris terlewatkan, karena saya lupa sebut. Di tengah jalan baru saya ingat. Sedikit susah payah menjelaskan Lemo karena saya lupa namanya. Supir ojek juga kebingungan memahami penjelasan saya mengenai Lemo yang sebatas kuburan di tebing batu. Secara sebagian besar tempat wisata di Tator serupa semua. Akhirnya nyambung juga sih kami. Fiuh

image
Salah satu babi kecap terenak yang pernah dimakan.
image
Pemandangan sekitaran Lemo.

Berbeda dengan ke Kete Kesu maupun Londa, perjalanan ke Lemo sedikit menantang. Artinya kami mesti melewati jalanan yang kurang mulus, sedikit menanjak, tapi sama sekali tidak mengurangi keseruan. Pemandangan khas pedesaan menjadi pengisi jalanan. Hawa panas dari sang surya sudah mulai mengeluarkan peluh. Tak berapa lama motor kami sudah memasuki areal parkir. Wah, cukup ramai ternyata, ada bus dan banyak motor diparkir. Sepertinya nggak bisa menikmati suasana yang sepi karena pasti banyak pengunjung.

Saya dan semua pengunjung Lemo mesti jalan beberapa saat untuk melihat lebih dekat tebing batu Lemo yang kondang itu. Memang saat jalan sudah bisa terlihat rupanya, tapi nampak masih jauh. Kami mesti jalan dan naik tangga yang tidak terlalu menguras tenaga. Mendekati area, saya bisa melihat pemandangan serba hijau di sekitaran. Ada pematang sawah dan pepohonan hijau yang menjadi penyejuk panorama Lemo.

Melewati jalan setapak, kita bisa berjalan lebih dekat ke arah tebing batu Lemo. Ada bukit mini yang biasa dijadikan spot untuk foto berlatar tebing tersebut. Dekat tebing ada tongkonan kecil. Tapi saya kurang tahu apa isi dan fungsinya. Mencoba jalan untuk mengitari tebing, tapi lahannya kurang begitu baik. Sehingga saya memutuskan untuk kembali ke tempat awal. Habis itu sibuk foto-foto.

Di kawasan Lemo terdapat toko suvenir yang cukup banyak pilihan barangnya. Sangat khas Toraja. Paling menarik sih patung Tau-tau, tenun ikat, serta aneka aksesoris. Cuma harganya lumayan mahal, apa karena saat itu Lemo ramai dikunjungi wisatawan asing. Akhirnya saya dan Eka cuma beli gelang, karena itu yang paling murah..hehe.

image
Contoh lubang kuburan di Lemo.
image
Boneka Tau-tau yang menjadi simbol kematian di kaum Toraja.

Sekilas kisah mengenai Lemo, makam ini diperkirakan sejak abad ke-16 dan menjadi makam kepala Suku Toraja. Diketahui terdapat lebih dari 70 buah lubang batu kuno pada dinding. Ukurannya palingan hanya berkisar 3m x 5m untuk sebuah lubang yang bisa diisi untuk satu keluarga. Nama Lemo sendiri berarti jeruk. Katanya sih itu untuk menunjukkan gua batu terbesar yang bentuknya bundar, menyerupai jeruk. Lubang-lubangnya pun terkesan seperti pori-pori jeruk.

Perjalanan di Lemo berakhir, tapi masih menyisakan satu kisah lagi, Tator Lembar Keempat, yang paling seru sih..hehehe.

-PJLP-

Advertisements

One thought on “Tator Lembar Ketiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s