My Dear Little Friends

image
Hallo my dear little friends!

Kalau lagi jalan-jalan, pasti punya ekspektasi. Berharap destinasi sama indahnya dengan yang dilihat di internet. Hotelnya sesuai prediksi. Plus ketemu sama orang-orang yang menyenangkan.

Selain dua poin pertama, saya termasuk orang yang senang kalau bisa berpapasan dan berinteraksi dengan orang-orang selagi plesiran. Seru aja bisa kenal, ngobrol, bahkan kalau bisa akhirnya jadi jalan bareng atau sharing cost walaupun kami itu beda warga negara, beda kultur, warna kulit, usia, agama. Yang penting asyik. Tapiiii terkadang di sebuah perjalanan saya kerap bertemu dengan bocah-bocah imut juga lucu, yang somehow bisa bikin seru, malah ada cerita-cerita menarik dari pertemuan dengan mereka.

Hampir di tiap perjalanan yang saya jalani ada aja ketemu bocah-bocah dari sekitaran yang biasanya jadi objek foto. Biasanya ada yang malu-malu. Pas difoto langsung tutup muka, malahan ada yang kabur. Atau nggak mereka makin ceng-in satu sama lain. Ada juga yang nggak malu-malu. Ada yang susah banget buat berekspresi. Saya sendiri sih senang-senang aja kalau ketemu para bocah.

Teruntuk teman-teman cilik saya di mana pun kalian berada, ini kisah kalian:

image
Jump! Jump!

Lokasi: Wangi-wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Sampai dua kali ke Desa Liya, desa nelayan karena kali pertama datang suasananya sepi gitu dan mendung. Kami merasa tempat ini oke banget buat foto. Akhirnya esok hari kembali dan mendapati segalanya cantik. Matahari bersinar cerah, laut dengan gradasi warna yang cemerlang, dan ketemulah sama anak-anak ini. Mereka asyik-asyik diajakin foto dan lompat bersama. Terima kasih ya adik-adik mau berpose demi foto cover majalah 🙂

image
Cheers!

Lokasi: Pantai Parai, Biak, Papua.

Liputan ke Biak itu seperti pulang kampung, bikin kangen Sorong. Sepanjang mata memandang membuat saya sibuk sendiri nostalgia masa kecil di tanah Papua. Waktu main ke Pantai Parai, saya ketemu dengan gerombolan bocah Papua yang asyik main air. Saya iri sama mereka karena bisa dengan mudah ke pantai cantik yang cuma sejengkal jaraknya dari rumah. Sambil ketawa, beraksi lompat ke air, berenang dengan bebas mereka menikmati alam tanpa batas. Tapi waktu santai mereka kami interupsi untuk sesi foto. Habis seru sih lihat mereka main. Disuruh pose mereka lihai betul. Makanya wajib foto bareng artis dadakan dari Biak..hehehe.

image
Kayak pulang kampung waktu ke Biak.

Lokasi: Pantai Yendidori, Biak, Papua.

Masih di Biak, ada Panti Yendidori yang luar biasa manisnya saat mentari menutup hari. Sambil menunggu sunset, saya main-main sama bocah-bocah ini. Awalnya malu-malu, tapi jadi akrab. Saya ajarin cara mengapung di laut. Kami keasyikan main sampai saya lupa diri kalau lagi liputan…hahaha. Biasanya sih kalau liputan dan ke pantai nggak sempat buat santai-santai. Tapi di Yendidori, saya terlena betul. Habis suasananya mendukung.

image
We time!

Lokasi: Pantai Selong Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat

Pantai-pantai di Lombok Selatan emang kece-kece. Udah gitu, sebagian masih belum terlalu ramai pengunjung. Salah satunya Pantai Selong Belanak. Suka banget pantai ini. Areal pasirnya luas dan panjang. Ombaknya cukup dahsyat, makanya cocok buat mereka-mereka yang mau belajar surfing. Kemarin agak kurang pas waktu main ke sana, pas tengah hari dan bikin saya ogah eksplor. Tapi lihat empat sekawan ini sibuk mainan pasir di tepi pantai, bikin saya berdiri dan membidik mereka yang sama sekali nggak peduli kalau dijadikan objek potret.

image
Before sunset.

Lokasi: Danau Kerinci, Sungai Penuh, Jambi.

Belum afdol kalau ke Jambi tapi nggak singgah untuk lihat Danau Kerinci yang terletak di Sungai Penuh. Kalau dari Jambi sih waktu itu butuh 12 jam jalan darat untuk sampai ke kota ini. Danau Kerinci ciamik banget pas sunset. Nggak kalah keren dengan pemandangan sunset di pantai. Sore itu, sehabis dari Desa Kersik Tuo, saya dan Febri mampir ke Danau Kerinci buat foto sunset. Eh, malah ketemu bocah-bocah ini. Beberapa ada yang berenang di danau, ada yang berdiri di tepian. Ramai banget deh. Mau aja disuruh pose lompat ke air sampai berulang kali, tapi mereka nggak ada capainya.

image
Her name is Lia.

Lokasi: Goa Kalibiru, Biak, Papua.

Halo, perkenalkan nama saya Lia. Iyes, dia namanya sama dengan saya. Karena masih terlalu kecil, Lia ini nggak diajak main sama kakak dan teman-temannya. Tuh mereka yang foto sama saya di Pantai Parai. Makanya saya ajak ngobrol aja dia. Tapi anaknya pemalu. Ini aja bisa foto pas kami sama-sama turun di dinding karang buat ke Goa Kalibiru. Terjal dan curam banget dinding karangnya, tapi si Lia gampang banget buat turun naik. Saya yang lihat aja sampai ketakutan sendiri.

image
They’re too shy.

Lokasi: Masjid Keramat, Sungai Penuh, Jambi.

Masih di Sungai Penuh, saya dan Febri sempat singgah di Masjid Keramat, salah satu masjid tua di kota itu. Biarpun nggak terlalu besar, tapi desain dan ukiran kayunya cantik, juga warna-warni. Selagi kami asyik-asyik foto, bocah-bocah ini curi-curi pandang, antara kepo tapi malu-malu. Giliran mau foto bareng, malah tutup muka gitu. Malah saya yang kelihatan agresif…hehehe.

image
Perfect spot.

Lokasi: Dekat Bukit Malimbu, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Jadi ceritanya saya dan Eka sewa motor buat keliling-keliling Lombok. Menjelang sore kami melaju menuju Bukit Malimbu yang katanya keren gitu buat lihat sunset. Di tengah jalan, saya lihat ada satu pemandangan jajaran pohon kelapa yang banyak banget dengan pantai sepi di bagian depan. Pasti bagus nih buat foto-foto. Saya suruh Eka balik lagi, karena pas motor sudah keburu menjauh dari lokasi itu. Begitu tiba di lokasi, hwaahhoke banget sih! Nggak sia-sia mesti balik lagi. Di tengah sesi foto, ada tiga anak lokal yang menikmati betul pemadangan dari atas sambil duduk di pembatas besi. Walau saya nggak berinteraksi sama sekali, cuma sayang kalau nggak dipotret.

image
The kiddos.

Lokasi: Pulau Derawan, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Biasanya nih kalau mau foto bocah-bocah, awalnya pasti mereka malu-malu. Tapi berbeda 180° sama tiga krucil dari Pulau Derawan. Sewaktu lagi cek alat-alat untuk snorkeling dan diving di Dive Center, mereka bertiga lagi main-main tuh. Karena lucu, saya ajak foto, eh langsung berpose lho mereka. Nggak pakai malu sama sekali. Malah jadi kecentilan mereka.

image
Roller blade’s team.

Lokasi: Berau, Kalimantan Timur.

Berau itu merupakan kota transit bagi mereka yang ingin ke Kepulauan Derawan. Mungkin Berau nggak punya pantai biru nan cemerlang, tapi ada dua keraton. Nah, sewaktu saya lagi stay beberapa hari di sana, ternyata baru ngeh kalau anak-anak di Berau lagi ketagihan main sepatu roda. Seperti mereka ini. Walau belum terlalu jago, pasti mereka udah berasa keren banget bisa pakai sepatu roda dan main depan rumah.

-PJLP-

Advertisements

One thought on “My Dear Little Friends

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s