Berawal Dari 7/11

 

diet2

Spadaaaa..!!!

Tulisan #Mominat hadir di antara kisah perjalanan 24 Hours in Hoi An yang sudah memasuki babak ketiga. Sesungguhnya saya lupa banget kalau deadline tulisan hari ini. Dan partner tercinta, Miss @Innath, sudah begitu percaya diri kalau saya akan traktir dia karena telat posting tulisan. Sebenarnya sih mau mengalah aja mengingat sekarang sudah jam 23:05, sekitar 50 menit menjelang waktu tenggat. Tapi karena semacam nggak rela untuk traktir Inne…hahaha, hayuklah menulis indah.

Sebenarnya bukan karena nggak rela juga sih, tapi sekian lama berkutat di dunia media yang berurusan sama deadline, jadi terpacu gitu buat tulisan dengan embel-embel deadline. Tapiiiii, kalau untuk makan dan urusan perut, entah kenapa selalu gagal untuk memenuhi deadline yang sudah dikumandangkan. Makanan enak itu godaan terbesar yang bikin nagih juga bikin saya gendut. Apalagi ya kalau lagi deadline, duh, makin stres kan. Biasanya orang kalau stres itu jadi susah makan, kalau saya malah jadi makan banyak.

Fase gemuk saya bermula dari bikin skripsi. Dengan jam tidur yang nggak beraturan, ngetik dari tengah malam hingga subuh, apalagi sih yang dibutuhkan selain ditemani makanan. Mulailah saya menggendut. Trus kerja di media, ketemu dengan teman-teman yang suka makan. Rutinitas lembur dan makan tengah malam sudah terpola betul. Belum lagi kalau liputan kuliner yang bikin usus dan lambung makin melar dan melar dan melar.

Gosh! Saat itu ada masa di mana saya jengah lihat diri sendiri. Bukan karena nggak pede lihat badan melebar di mana-mana, tapi karena udah kesusahan cari baju…hahaha. Apalagi kalau mau ke kawinan, duuhh, itu sampai nyokap ngoceh-ngoceh dan marahin karena makan muluk. Tapi ya gitu, sampai di situ aja titik penyesalan saya. Situasional aja. Sok-sok-an mau dietlah, food combaining-lah, olahragalah, semuanya tak berujung happy ending. Bubar tengah jalan dan akhirnya jadi cemoohan tiap kali saya mau diet (lagi, untuk kesekian kali).

Setelah berputar-putar di keadaan yang sama, akhirnya tuh mendapatkan pencerahan di suatu malam. Jadi waktu itu lagi ketemuan sama Inne dan Evan. Makan-makan dong pastinya, makan gragas di Ayam Berkah yang endeus itu. Setelah makan dengan nasi ditambah, trus pakai makan mangga segala, saya dan Inne melanjutkan pertemuan kami dengan duduk di 7/11 Melawai.

Awalnya cuma mau beli minum, akhirnya jadi ngobrol panjang sampai lewat tengah malam. As usual-lah kami, ngomongin macam-macam sampai masuk di topik kesehatan. Inne cerita soal mamanya yang disuruh turunin berat badan karena kakinya kecil, nggak kuat jadinya untuk menahan beban tubuh. Saat itu langsung kepikiran. Apa kabar gueeee??? Uda kelebihan (banget banget) nih!! Besok-besok nasib gue bagaimana? Trus kepikiran kalau saya doyan jalan-jalan. Kebayang nanti jadi susah jalannya. Well, terakhir-terakhir juga sudah kelihatan susah payah kalau mau trekking kecil-kecilan. Dan voila, thats my turning point. Di 7/11 Melawai, lewat tengah malam. Thanks to Inne Nathalia yang saat itu nggak bermaksud buat menyuruh saya diet dan lalala. Tapi terima kasih sudah mengangkat topik itu ke permukaan dan menyadarkan saya, I’m a big fat lady and I have to change!

Saat itu nggak skeptis. Entah ya, perasaannya nggak kayak biasanya mau memulai diet. Keesokkan harinya saya mulai berhenti makan nasi. Seiring berjalannya hari, saya konsultasi sama Inne mengenai makanan-makanan yang mesti dihindari. Kenapa nanyanya sama Inne? Ya karena dia juga lagi menjalani program diet. Cuma karena saya nggak ke dokter gizi dan nggak punya sistem yang jelas kayak dia, saya mulai dari langkah yang sederhana dulu aja.

Anjuran dari dia itu hindari karbohidrat, tepung, makanan berminyak, beberapa sayuran dan buah yang memiliki kandungan gula yang agak tinggi. Maann, frustasi juga nggak makan segala yang enak-enak. Apalagi nggak ngemil dan makan dessert itu rasanya ada yang hilang dari diri gue. Nggak makan nasi masih bisa ditahan (awalnya juga nggak tahan siihh). Tapi kalau nggak makan yang manis-manis kayak cokelat, kue-kuean dan puding, aahh…rasanya hidup itu hambar. Apalagi semua itu mesti diganti dengan makan yang rebus-rebus tanpa sentuhan garam.

Makin berat karena orang-orang sekitar meremehkan aksi diet radikal saya. Sampai nyokap suruh saya makan, karena dia kasihan gitu lihat porsi makan saya. Di kantor jadi korban ceng-an, karena saya kan doyan makan dan ngemil dan tiba-tiba jadi silent eater..haha. Truusss, di atas semua itu, Inne sang ibu pengasuh juga ibu tiri ternyata galak banget begitu tahu saya berkomitmen untuk hidup sehat. Duh, mau ngomong habis makan apa gitu dia langsung kasih tahu jumlah kalori yang termakan. Pakai diceramahin sana-sini. Ngeri deh! Pengen nggak ngaku tapi kok mulut ini jadi lemes dan akhirnya jujur sama dia. Tapi memang mesti digalakin sih gue (eh, sounds familiar ya, ne..hehe. Beda topik ya itu).

Dengan segala perjuangan dan iman yang kuat, setelah tiga bulan (ada sih cheating day-nya), saya berhasil turun 10 kg, saudara-saudara. Yeaaayyy!! Tanpa olahraga (cuma jalan kaki aja kalau pulang kantor naik Commuter Line) atau beberes kamar, naik-turun tangga. Tapi senang sih, walau sekarang masih ada kendornya kalau makan, tapi overall I’m proud of myself! Senang bisa pakai baju-baju yang dulu nggak muat karena sempit di pinggul dan perut. Kalau jalan berasa lebih enteng. Dan yang aneh sekaligus senang, sekarang kalau makan bisa mengontrol diri. Tahu takarannya. Nggak maruk kayak dulu. Dan kalau udah kebanyakan, jadi feeling guilty gitu. But it was good sih! Jadi tubuh dan pikiran ini udah kasih alarm. Itu satu tanda baik dari tubuh saya saat ini.

Tapi itu nggak boleh jadi alasan segini aja perjalanan diet saya. Proyek makan sehat masih terus berlangsung kok, walaupun ada pengecualian kalau lagi liburan dan liputan kuliner..haha (kalau kata Inne alasan aja deh). Masih banyak kilogram yang ingin dibuang. Seperti dubbing-an Takeshi Castle, doakan saya ya!

-PJLP-

Advertisements

One thought on “Berawal Dari 7/11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s