24 Hours in Hoi An | Old House Tan Kyi

image
Photo by Eka Eldina.

Berada di Old Town Hoi An itu serasa di setingan film Cina kolosal. Tersedot ke waktu lampau dan menikmati bangunan-bangunan klasik dengan desain dan interior yang autentik.

Hoi An dikenal sebagai kota pelabuhan. Tempat singgahnya para pedagang, khususnya dari Cina. Biasanya mereka berkumpul, melakukan barter bahkan ada yang menetap, menikah dengan orang lokal, berasimiliasi dan menciptakan keturunan campuran.

Kebesaran nama Hoi An dibarengi dengan keberadaan Old House Tan Ky. Walau nampak sederhana tanpa kemegahan yang berlebihan, Old House Tan Ky tak pernah dilewatkan begitu saja. Bangunan bertingkat dua ini menjadi simbol arsitektur terbaik pada zamannya.

Sama sekali nggak ada kesulitan untuk mencari lokasi Old House Tan Ky. Kalau bingung, tinggal tanya saja. Atau minta map yang bisa diambil dari hotel tempat kalian menginap. Lagipula, Old Town di Hoi An ini nggak besar dan riweh jalannya. Mustahil untuk kesulitan mencari objek wisata.

Waktu itu saya dan Eka mesti hujan-hujanan sewaktu eksplor Hoi An. Terlebih dulu kami menghampiri Japanese Covered Bridge dan Cantonese Assembly Hall. Ketika hujan sedang berhenti, pas sekali waktu kami tiba di depan rumah tua yang kecil saja ukurannya. Well, kesan tua tidak terlalu nampak. Klasik lebih tepatnya. Kayu-kayu lebar warna hitam menjadi pemandangan di depan mata. Papan nama Tan Ky ada di depan. Lengkap dengan tulisan Mandarin yang tergurat di sana. Lampion sederhana tergantung. Saya suka tampak depan rumah ini.

image
Simply nice little house.
image
Designed with Japanese and Chinese style.
image
Sitting room.

Secara keseluruhan rumahnya sendiri nggak terlalu besar. Cukup mungil. Tapi zaman dulu rumah ini menjadi salah satu acuan, dilihat dari segi arsitekturnya. Rumah ini dibangun dua abad lalu oleh keluarga etnis Vietnam. Dan sekarang sudah memasuki generasi ketujuh. Luar biasa ya keluarga ini tetap berusaha menjaga keasrian dan keautentikan rumah.

Aksen Jepang dan Cina terlihat jelas pada beberapa detail bangunan. Aksen Jepang bisa diperhatikan di bagian atap di ruang duduk, di mana ada tiga pilar penyangga yang berlainan tingginya. Ada juga puisi Cina yang tertulis pada satu sudut di atap rumah. Sisi menarik rumah ini terletak pada bagian atapnya. Di area luarnya terbuat dari ubin. Sedangkan di area dalam menggunakan kayu, sehingga rumah akan sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.

Kalau dari pintu masuk, pengunjung akan memasuki lorong yang nantinya bermuara di ruang duduk. Biasanya tamu akan disuruh duduk sejenak sembari menikmati teh racikan yang cukup enak rasanya. Pas banget butuh yang hangat selepas hujan-hujanan. Ruang duduk ini dulunya sih tempat menyambut tamu-tamu penting. Di sini banyak detail-detail menarik. Cuma penerangannya kurang begitu bagus. Agak remang-remang, sedikit kesulitan untuk memotret.

Persis di depan ruang duduk ada taman kecil. Fungsinya sih supaya cahaya matahari bisa masuk. Trus juga sebagai ruang pertukaran udara sekalian bisa memberi sentuhan alam di dalam rumah kayu ini. Termasuk untuk menampung air hujan.

image
The backyard.
image
The old bed.
image
Peaceful scenery behind The Old House of Tan Ky.

Nah, para pengunjung Old House Tan Ky tidak hanya disajikan secangkir mungil teh. Sebelumnya jangan lupa menunjukkan tiket terusan Old Town Hoi An pada petugas. Dalam grup-grup kecil (maksimal 4 orang), para tamu akan diajak mengikuti tur singkat, palingan 5 menit saja bersama salah satu pemandu. Ya nggak bisa lama-lama karena rumahnya sendiri terbilang kecil. Dan areanya nggak bisa dikunjungi banyak orang sekaligus.

Di tur ini pemandu akan menjelaskan bagian-bagian rumah berlantai dua beserta fungsinya. Kemudian kami diantar ke bagian lain dari rumah, melewati taman kecil, dekat pintu belakang. Di situ ada foto yang menggambarkan rumah ini pernah tergenang banjir tahun 1964. Seluruh lantai bawah dipenuhi air.

Sayangnya seluruh pengunjung tidak bisa melihat rupa bagian rumah di lantai dua, karena memang dilarang, ditambah fakta bahwa keluarga ini masih menempati bagian atas. Masih di bagian belakang rumah, saya sempat keluar dari pintu belakang. Pemandangannya langsung menghadap sungai. Katanya sih dulu area ini sering dihuni oleh pedagang-pedagang asing.

Kami kemudian diarak kembali dekat taman kecil yang cuma sejengkal saja. Ada satu meja yang menjual kalung dengan liontin logam berbentuk koin dengan tulisan dan lambang shio. Pemandu kami menawarkan kalau ingin beli. Selepas dari itu, tur pun selesai. Tapi pengunjung masih boleh meneliti lebih lanjut tiap detail bangunan. Interesting old house sih! So, make sure to visit Old House Tan Ky while in Hoi An.

Next destination, another fascinating assembly hall.

 

Old House Tan Ky
101 Ð Nguyen Thai Hoc

Tiket masuk:
Tiket terusan Old Town Hoi An 120.000 Dong (2014)

Jam buka:
08:00-12:00 dan 14:00-16:30

 

More info about Hoi An Tourism:

http://hoian-tourism.com/

 

-PJLP-

Advertisements

One thought on “24 Hours in Hoi An | Old House Tan Kyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s