24 Hours in Hoi An | Museum of Folklore in Hoi An

image
A view from Museum of Folklore in Hoi An.

Dan petualangan di Kota Hoi An berlanjut dengan kunjungan ke Museum of Folklore in Hoi An, satu dari beberapa museum yang berada Old Town. Dari sekian museum yang ada, saya dan Eka lebih tertarik ke sini. Sebenarnya jadi tahu mengenai museum ini dari petugas yang kami ajak ngobrol-ngobrol sewaktu mengunjungi di The San Huynh Culture Museum. Dia menganjurkan kami untuk ke museum ini. Kemudian si ibu memberitahu arahan untuk ke sana.

Well, walaupun Old Town Hoi An itu nggak terlalu besar tapi kami masih sempat kebingungan mencari arah. Untung naik sepeda, jadi nggak terlalu masalah pas putar-putar cari alamat. Maklum, penampakan bangunan di kiri-kanan terlihat serupa. Posisi Museum of Folklore in Hoi An itu persis di depan sungai. Ada tempat makan di tenda-tenda di tepian sungai.

Anyway, kalau ingin eksplor Kota Tua Hoi An, saran terbaik adalah dengan menggunakan sepeda. Jarak tempuh dekat-dekat tapi lebih menyenangkan ketimbang jalan kaki. Sebenarnya jalan kaki juga menyenangkan, nggak terlalu melelahkan sih. Kalau malas dan ingin lebih santai tanpa bercapai ria, ada opsi untuk menyewa becak. Tentu saja biayanya lebih mahal. Apalagi kalau dibandingkan dengan sewa sepeda yang hanya $1 per hari (November 2014).

image
Front side of Museum of Folklore in Hoi An.
image
Some of collections inside the museum.
image
Traditional rain coat, made from palm leaf.

Kembali lagi soal Museum of Folklore in Hoi An atau dalam Bahasa Vietnamnya disebut Bao Tàng Văn Hóa Dân Gian Hôi An. Menjelang sore kami tiba di depan museum. Again, hujan yang hari itu labilnya luar biasa menyambut kami saat memasuki museum. Bayangkan, dalam sehari kami bisa kehujanan sekian kali. Hujan, berhenti, hujan lagi, stop, kemudian hujan dan begitu seterusnya. Tapi seru sih, sepedaan sambil hujan-hujanan. It was fun and wet.

Mengenai museumnya sendiri, di bagian depan, bangunannya terbuat dari kayu dan bertingkat dua. Terlihat cukup sederhana untuk sebuah museum. Kami lantas memarkirkan sepeda di area parkir yang cukup leluasa dan memasuki museum dengan baju yang sudah lepek.

Seketika cahaya meredup. Ruangan yang kami masuki minim cahaya, bahkan untuk lampu sekalipun. Bukan sesuatu yang baik untuk sebuah museum. I mean, sebuah museum itu kan ruang pamer. Tujuannya untuk mempertunjukkan koleksi sejarah. Sayangnya museum ini kurang mendapat perhatian yang sepantasnya. Mengingatkan museum-museum di Indonesia ya.

Ada satu petugas yang menjaga dekat pintu masuk. Dia merobek tiket dan mempersilakan kami menelusuri lebih lanjut. Folklore kalau diterjemahkan berarti cerita rakyat dan museum ini menjadi semacam media yang menampilkan kisah-kisah rakyat Hoi An dari zaman lalu. Akar budaya dan sejarah negeri ini diperkenalkan melalui museum ini.

Saya melihat banyak benda-benda non modern yang kerap menjadi bagian kehidupan dari orang Hoi An di masa lalu. Biasanya berkaitan dengan alat-alat untuk beraktivitas. Sejujurnya tidak ada yang terlalu menarik sih dari koleksi yang ditampilkan. Oh, ada satu sih. Pajangan jas hujan zaman dulu itu bukan berbahan plastik atau waterproof seperti sekarang. Orang dulu membuat jas hujan dari daun palem. Rada repot sih, juga berat. Namun ternyata material ini bisa menangkal air hujan masuk dan menembus pakaian.

image
There’s a little nice garden inside the museum.
image
One of interesting corner.
image
Perfect location just straight to the river.

Di bagian tengah museum terdapat taman kecil. Serupa seperti Old House Tan Ky. Sepertinya orang zaman dulu sengaja membangun taman di tengah bangunan supaya mendapat asupan udara segar. Sirkulasi pun akan berlangsung baik. Di lantai dua ada balkon sempit dengan lentera merah yang akan menawarkan pemandangan Thu Bõn River yang tenang.

Secara keseluruhan museum ini tidaklah semenarik itu. Memang setelah saya lihat, kondisi museum di Hoi An seolah kalah pamor dan kurang apik jika dibandingkan dengan assembly hall yang cantik-cantik itu.

 

Museum of Folklore in Hoi An
33Đ Nguyen Thai Hoc/62 Đ Bach Dang

Tiket masuk
Sudah termasuk tiket masuk Old Town 120.000 Dong (2014)

Jam buka
07:00-17:30

 

More info about Hoi An Tourism:

http://hoian-tourism.com/

 

-PJLP-

Advertisements

One thought on “24 Hours in Hoi An | Museum of Folklore in Hoi An

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s