24 Hours in Hoi An | Exotic Cuisines

image
The Best version of Vietnam cuisines.

Dan akhirnya perjalanan 24 jam di Hoi An akan segera berakhir. Sepertinya tak ada yang lebih menarik untuk dibahas selain perihal makanan. Dan perlu dicatat bahwa nggak ada yang nggak enak di Hoi An.

Masuk sebagai salah satu persinggahan dalam perjalanan mengitari Vietnam, Hoi An sudah membuat saya kagum sejak pertama kali melihatnya di layar komputer. Kota kecil yang romantis, klasik juga manis ini tak hanya memiliki pesona dari bangunan antiknya. Semua nampak cantik. Di awal saya sudah saya urai kisah mengunjungi Japanese Covered Bridge, Cantonese Assembly Hall, Old House Tan Ky, Fujian Assembly Hall, hingga Museum of Folklore in Hoi An. Kesemuanya punya citra, cerita dan membuat saya makin cinta dengan Kota Tua ini.

Tapiiii…, apakah segitu saja keunggulan Hoi An?  Apakah hanya membawa kita ke masa lalu dengan cerita pedagang Cina, Jepang dan masyarakat lokalnya yang bersosialisasi, berasimilasi dan mencipta salah satu kota perdagangan terbaik di pesisir Vietnam? Tentu saja tidak. Potensi wisata kuliner di kota ini cukup mengagumkan.

Kalau menu pho menjadi yang terutama di seluruh wilayah Vietnam, di Hoi An ada banyak pilihan yang sejujurnya jauh lebih menarik dan worth to try. Walau tidak jauh-jauh dari tema mi juga babi. Tapi ada kok makanan halal.

image
My Quang Noodle from Morning Glory Restaurant.
image
Pudding bread as a dessert.
image
Vietnam coffee.

Morning Glory, well, not that morning glory“, tapi Morning Glory Restaurant. Kalau kalian googling perihal recommended restoran di Hoi An, sistem pencarian data akan menuju ke restoran ini. Namanya begitu dikenal, khususnya di kalangan wisatawan. Kami pun tak mau tertinggal momen, ingin juga singgah dan mencicipi yang ditawarkan di sini.

Lokasinya sendiri nggak begitu jauh dari Old House Tan Ky. Hanya ada ruang kecil untuk memarkirkan sepeda atau motor. Mobil? Well, Old Town Hoi An melarang peredaran mobil di kawasan yang diakui UNESCO sebagai World Heritage Site. Makanya saya sedari awal menyarankan beberapa opsi untuk mengitari Kota Tua dengan jalan kaki, naik sepeda atau sewa becak.

Morning Glory adalah sebuah restoran apik dengan dominasi interior dari kayu. Areal makan yang cukup luas dengan lampu-lampu warna kuning yang tak begitu terang. Saya dan Eka sengaja duduk dekat jendela. Karena posisinya di pojok dengan pemandangan jalanan yang menyenangkan untuk diintip sembari makan.

Buku menu pun diantar dan kami melihat begitu banyak hidangan. Sedikit bingung karena waktu makan di sini hanya jeda satu dua jam dari sarapan di hotel. Jadi belum terlalu lapar. Makanya kami sengaja sharing food saja. Cuma kan kalau sharing food, mesti pilih menu yang sama-sama disuka. Trus Eka nggak bisa makan babi kan. Akhirnya setelah melihat dari atas sampai bawah, bolak-balik halaman, terpilihlah My Quang Noodles with Seafood. Katanya itu salah satu yang istimewa. Kami juga memesan Banana Pudding Bread sebagai dessert dan segelas Kopi Vietnam. Dari Ho Chi Minh City kami belum kesampean minum kopi Vietnam yang katanya salah satu yang terbaik di dunia.

Nggak butuh waktu lama untuk menanti makanan pesanan kami. Semua yang disuguhkan nampak menarik. Sesi foto makanan dengan segala angle langsung kami lakoni. Sesudahnya, kami sibuk memuji rasa 2 hidangan dan kopi yang dipesan. Semuanya enak!  gurih dan segar kalau ditambahkan perasan jeruk nipis. Banana Pudding Bread-nya juga makin lezat kalau dicocol dengan madu. Untuk kopinya sendiri, ah, sudahlah, tak ada yang bisa dikeluhkan. Kami masih menunggu beberapa saat, menikmati waktu santai tanpa harus main kejar-kejaran dengan hujan yang memburu kami sepanjang seharian itu mengelilingi Kota Tua.

image
The famous Cao Lau.
image
One of menu in Central Market.
image
Best beer around the country.

Selain menyarankan kalian untuk menikmati jamuan makan yang menyenangkan ala Morning Glory, pastikan untuk singgah di Central Market. Jaraknya masih dekat kok. Dibilangin Old Town di Hoi An itu membuat para wisatawan nggak perlu kelelahan untuk menjelajah segala sudutnya. Central Market rupanya seperti pasar tradisional, nggak becek-becekan sih. Nggak terlalu semrawut tapi tetap para pedagang makanannya pro aktif untuk menawarkan dagangannya.

Central Market nggak terlalu besar sih. Isinya kebanyakan pedagang makanan di bagian tengah. Kalau ingin mencari makanan yang ramah di dompet, ke Central Market aja. Ada banyak pilihan. Aneka mi dan pho ada di sini. Makan kayak model warteg dengan menu nasi dan lauk-pauk juga bisa. Tapi kroscek lagi apakah makananya mengandung babi atau nggak. Soalnya saya melihat cukup banyak menu babi di sini. Saya sempat mencoba mi, jenisnya kayak bihun gitu. Trus ditambah babi dan kacang goreng. Enaaakk! Lupa harganya berapa, tapi nggak lebih dari Rp20.000. Di sini juga bisa makan Cao Lâù dan White Rose.

Ngomong-ngomong Cao Lâù dan White Rose, ini adalah dua menu wajib yang mesti dicoba kalau singgah di Hoi An. Cao Lâù adalah makanan lokal Vietnam yang terbuat dari mi, daging babi, dan sayur-sayuran. Bukan seperti Pho yang berkuah, mi-nya pun lebih tebal. Rasanya lebih unik, gurih dan menyegarkan. Mereka bilang kalau air yang digunakan untuk memasak Cao Lâù berasal dari sumur bersejarah yang berada di luar kota. Kalau White Rose sendiri semacam dumpling yang biasa dimakan dengan dicocol sejenis minyak.

Satu lagi hal menyenangkan soal kuliner di Hoi An adalah jajaran kafe dan bar yang berada di depan Sungai Sông Thu Bõn. Menjelang sore hingga malam tuh asyik banget duduk di salah satu kafe atau bar ini. Kalau kalian ngeh, di Vietnam tuh punya kebiasaan tempat duduk dihadapkan ke jalan. Jadi semua mengarah ke sisi yang sama. Termasuk di Hoi An.

Kami sempat duduk-duduk santai di salah satu kafe di depan sungai. Satu jalur dengan Museum of Folklore in Hoi An. Persis di depan sungai. Sore itu begitu menyenangkan. Kebanyakan turis memesan segelas wine atau bir. Nah, bir di Hoi An tuh agak murah dibanding kota-kota lainnya. Bir kalengan cuma $1-an aja. Ada juga bir lokal pakai gelas, cuma 50 sen aja. Soal rasa, memang masih lebih enak Bia Saigon. Soal minuman, waktu di sarapan di hotel saya dikasih susu kotakan ini. Rasanya enak! Tapi pas dicari lagi, sampai di Hanoi sekalipun, kok nggak ketemu ya.

Best Local Restaurants in Hoi An:
-Mermaid
2 Trab Phu, +84510 3861 527

-Miss Ly Cafeteria
22 Nguyen Hue St, +84510 3861 603

-Moon Restaurant & Lounge
321 Nguyen Duy Hieu, +84168 493 8519

-Streets Restaurant Cafe
17 Le Loi Street, +84510 3911 949

-Mango Mango
45 Nguyen Phuc Chu, +84510 3911 863

-Ancient Faifo
66 Nguyen Thai Hoc Street, +84510 3917 444

-White Marble Wine Bar & Restaurant
98 Le Loi St Hoi An Old Town

More info about Hoi An Tourism:

http://hoian-tourism.com/

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s