Tiga Serangkai

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Photo by Febri Amar.

Malang Selatan tak hanya memiliki Balekambang. Ia punya Ngliyep, Pasir Panjang, Teluk Putri, Gunung Kombang, Kondang Merak, Bajul Mati, Gua Cina, Ngantep, Kondang Iwak, Ngebros, Tambak Asri, dan lain-lain, dan lain-lain. Banyak ya! Itulah keuntungan geografis karena berada dekat dengan Samudra Hindia. Dalam satu jalur kita akan menemukan begitu banyak pantai eksotis dan tersembunyi. Beberapa memang tidak memiliki pintu dan jalur masuk yang akan membuat pengendara kendaraan mengeluh, karena sebagian besar rusak, namun di situlah letak keseruan ketika plesiran ke sisi selatan Malang.

 

Kejutan! 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pantai Pasir Panjang dengan pusaran arus di tengah lautan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Di sini juga terdapat menara pandang, semacam rumah pohon.

Pantai Pasir Panjang

Lokasi                    : Donomulyo

Tiket masuk          :Rp5.000

Kendaraan            : Rp5.000

Fasilitas                  : Warung makan sederhana

Catatan                  : Ada pusaran air sekitar 100 m dari pinggir pantai

 

Dua Sisi Ngliyep

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ngliyep yang sepi pengunjung.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan Ngliyep dari atas bukit.

Kemudian saya berjalan kaki menuju Ngliyep. Yang membuat pantai ini berbeda dengan Pasir Panjang adalah kontur pantainya yang diapit sebuah bukit karang. Bukit ini bisa dinaiki dari kedua sisi. Di atas bukit kita bisa melihat pemandangan 360º. Pantai Ngliyep di sisi timur terlihat lebih terbuka, dalam artian tak banyak pohon yang membuatnya rindang. Areal pantainya sedikit terjepit. Berbeda dengan Ngliyep di sisi barat yang terlihat lebih luas, dengan pohon-pohon rindangnya. Arealnya juga sedikit lebih luas, malahan ada pintu masuk di sisi ini, sehingga pengunjung diberi alternatif untuk memarkirkan kendaraannya.

Berada di atas bukit sama saja dengan berhadapan langsung dengan matahari. Panasnya nggak santai sih kalau tengah hari ke bukit untuk lihat-lihat panorama. Kalau mau santai, nongkrong aja di warung yang berada tepat di atas bukit ini. Warung ini menjajakan aneka kudapan. Saya pun menegor ramah sang penjaga warung, lalu mengobrol sebentar dengannya. Rupanya ia sudah lama berdagang di sini, mengikuti jejak ayahnya. Ia pun memberitahu kalau ada satu pantai yang letaknya terpencil, setelah bukit, di sebelah Pantai Ngliyep. Namanya Pantai Teluk Putri. Saya sudahi pembicaraan dengannya setelah mendapatkan arahan mengenai lokasi si pantai yang tersembunyi itu.

Menuruni bukit karang tidaklah sesulit ketika menaikinya. Saya melakukan inspeksi sejenak, mencoba menikmati sisi pantai yang ini. Banyak pohon keben atau biasa disebut pohon perdamaian, kerap ditemui di Pantai Ngliyep. Konon, mantan presiden Soeharto dulu menyarankan untuk menanam pohon ini. Ada pula pohon-pohon yang digantungi ban hitam yang biasa digunakan sebagai ayunan. Ada pula saung-saung sederhana serta sebuah warung kudapan yang sederhana.

Oh ya, kelebihan lain dari Pantai Ngliyep ini adalah minimnya ombak yang deras, tidak seperti pantai-pantai lain di selatan Jawa. Tentu saja terima kasih untuk dinding karang yang seolah mengepung perairan pantai, sehingga ombak yang masuk seakan ditepis oleh karang. Tentu saja menjadikan Ngliyep aman untuk dikunjungi anak-anak. Di samping itu, tak banyak batuan karang yang berhamburan di tepian pantai, sehingga nyaman sebagai tempat untuk berenang ataupun bermain air. Sebenarnya di pantai ini ada tempat bermalam. Dari luar sih sepertinya tidak begitu buruk. Bentuknya satu rumah yang dibagi dua. Satu bagian tidak dialiri listrik, kata orang setempat biasa menggunakan lilin sebagai alat penerang. Ya kali pakai lilin. Ini sudah abad ke berapa sih, sampai di daerah seperti ini mesti pakai lilin. Kalau sewa dua area, baru dipakaikan genset.

 

Pantai Ngliyep

Lokasi                    : Donomulyo

Tiket masuk          : Rp5.000

Kendaraan            : Rp5.000

Fasilitas                 : Warung makan sederhana

Catatan                  : Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Pasir Panjang dan Teluk Putri

 

Teluk Putri Yang Tersembunyi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Teluk Putri dengan ombak yang kencang.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalan menuju Teluk Putri.

Ngliyep hanya saya resapi sejenak, karena penasaran dengan Pantai Teluk Putri. Kalau ingat-ingat sewaktu mencari-cari data mengenai pantai-pantai di Malang Selatan, rasa-rasanya tak selintas pun terdengar keberadaan pantai ini. Terkadang hanya orang lokal saja yang mengetahui objek tersembunyi yang tak banyak diketahui khalayak. Mengikuti arahan si penjaga warung (yang sayangnya saya lupa menanyakan namanya), saya menyusuri jalan setapak di ujung Pantai Ngliyep. Dari situ jalanan mulai menanjak. Tanah dan bebatuan, sedikit rumput adalah landasannya. Sebentar saja jalan, sudah terdengar deru ombak, cukup kencang bunyinya. Setelah menyibak rumput-rumput tinggi yang menghalangi pandangan, ada Teluk Putri yang terpojok di bawah sana dengan tumpukan karang besar dan kecil.

Wah, tidak menyangka akan ada pantai kecil dan sempit di sana. Siapa juga yang akan niat untuk memasuki semak-semak berduri jika tidak diberitahu ada oase cantik di sini. Setelah menepiskan dedaunan dan semak-semak yang menghalangi pandangan dan jalanan, saya berhadapan dengan dinding karang di bawah kaki. Sekarang, bagaimana cara turun untuk menuju pantai? Pantai Teluk Putri letaknya di bawah bukit karang tak menyediakan tangga atau jalur untuk dilewati. Terpaksa mesti menuruni bukit karang dengan berpijak dan berpegangan pada karang-karang tajam. Serasa sedang rock climbing saja. Saat turun, saya kurang berhati-hati, lutut kanan tergores ujung karang yang meruncing. Yes, berdarah saja. Untung hanya tergores.

Tiba di bawah, lega rasanya. Dari sudut pandang Teluk Putri bisa dikatakan pemandangannya fantastis. Lahan pantai yang sempit, batu-batu karang bertebaran dalam ukuran besar dan sedang, ombak yang datang dalam skala tak kecil memberi nilai berbeda. Sudah dipastikan nggak bisa main air, apalagi berenang. Tapi kalau dibidik kamera, nah, ini baru menarik. Selain batu karang yang terhampar di pasir, jauh di perairan, ada bukit-bukit karang yang berdiri individual pada beberapa titik. Terlihat harmonis mengisi air laut yang membiru sempurna. Pas untuk dipotret.

Walau cantik, saya tak bisa berlama-lama di Teluk Putri. Air sebentar lagi pasang dan akan menggenangi seluruh areal. Kembali ke tempat turun tadi dan kembali kebingungan mencari pijakan untuk menaiki dinding karang yang tajam-tajam itu. Nggak lucu kan kalau tergores lagi dan membuat luka. Untung saja sedari tadi ditemani Febri, sehingga ia bisa membantu saja untuk menggapai bagian atas. Akhirnya kami berdua bisa kembali dengan selamat, tanpa ada luka-luka lagi. Berjalan kembali melintasi Ngliyep, menaiki bukit kecil, menuju tempat parkir dan masuk mobil sewaan. Sambil mengobati luka goresan, saya ditawari Mas Irwan si supir andalan dan pemandu kami untuk mengunjungi Pantai Gunung Kombang. Pantai apa lagi itu? Tentu saja tak ada kata tidak jika ditawari pantai.

Let’s go to Gunung Kombang, yang katanya kerap menjadi tempat untuk semedi.

Pantai Teluk Putri

Lokasi                    : Donomulyo

Tiket masuk         : Sekali masuk dari Pantai Ngliyep atau Pantai Pasir Panjang

Fasilitas                 : 

Catatan                  : Hati-hati saat menuruni karang untuk menuju pantai, karena tidak         terdapat akses jalan ataupun tangga

 

 

-PJLP-

Advertisements

One thought on “Tiga Serangkai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s