The One and Only, DisneySea

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
DisneySea, the only one.

Disneyland boleh tersebar di mana-mana, tapi hanya ada satu DisneySea di dunia ini. Tepat di jantungnya negeri Jepang, Tokyo, berdiri salah satu theme park terbaik di jagat raya yang bernuansa laut dan mitos seputar dunia bahari.

Cara terbaik untuk menghabiskan hari terakhir di ibukota Jepang adalah dengan bersenang-senang di Tokyo DisneySea. Arena bermain yang pas bagi segala usia ini boleh berbangga diri karena hanya ada satu di muka bumi. Saya sendiri kurang tahu mengapa hanya ada satu DisneySea dan kenapa Tokyo yang menjadi tuan rumahnya. Saya hanya memikirkan kapan bisa secepatnya menjejakkan kaki di sana.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Tiket bus dari Haneda International Airport menuju DisneySea.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bus AC yang stand-by di depan Bandara Haneda.

Jadi hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta, saya dan beberapa teman perjalanan datang pagi-pagi ke Haneda International Airport untuk menitip koper terlebih dahulu, kemudian baru naik bus menuju DisneySea. Di Haneda sendiri memang menyediakan bus menuju Disney Resort, termasuk ke Disneyland maupun DisneySea. Karena waktu itu naiknya dari International Terminal, kami naik bus no. 5. Cuma butuh waktu sekitar 45 menit sudah tiba tujuan. Untuk info jadwal keberangkatan bus dari Haneda, bisa cek di sini. Kalau menggunakan akses MRT, bisa juga lihat informasinya di sini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hari itu cuaca sedikit gloomy.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Lokasi DisneySea memang dekat dengan Teluk Tokyo.

Sesuai prediksi sampailah kami di DisneySea yang menyambut dengan arena yang disulap begitu khas ala Disney. Pada bagian depan terdapat kolam dengan patung Mickey Mouse yang kerap menjadi iconic spot untuk berfoto. Sama seperti di Universal Studios dengan kolam dan bola buminya. Ini menjadi tanda masuk taman bermain yang begitu spektakuler.bSaking spektakulernya, sungguh tak terkira luasnya. Rasa-rasanya kurang banget kalau cuma sehari di sini. Selain karena memang banyak zona-zona menarik dengan desain dan interior yang pas buat foto-foto, permainannya sendiri cukup banyak menguras waktu karena antrian yang panjang tanpa akhir.

Dan menurut saya pribadi, permainannya nggak terlalu maksimal serunya. Sayang aja kan sudah antri lama-lama tapi kurang greget wahananya. Jadi demi memangkas waktu, ada baiknya kalian menggunakan Disney’s Fastpass. Untuk informasi tiket dan ketentuan pembelian, bisa dicek di sini. Tapi di luar itu, yang bikin saya takjub adalah melihat pengunjung lokal yang total dandan dan bergaya ala tokoh-tokoh Disney. Mereka niat pakai baju, hiasan, lengkap dengan pernak-pernik yang mestinya akan bikin repot kalau main-main di wahana, tapi nyata terlihat asyik-asyik aja sama mereka. Ada dua perempuan yang menarik perhatian dengan berkostum ala Daisy-nya Donald Duck. Dan mereka sambil bawa-bawa boneka Daisy ke mana-mana. Kalau di Indonesia rasa-rasanya kita lebih mementingkan kenyamanan ketimbang niat bersusah payah dengan kostum yang akan merepotkan, belum kalau basah akibat wahana bertema air.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Masing-masing zona dibuat sedemikian rupa secara totalitas.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Suasana berbeda dan kontras akan terasa tiap menjelajah setiap zona.

Total ada 7 zona bermain yang luar biasa dan maksimal dalam hal penataan dan dekorasi. Semua nampak cemerlang dengan detail yang menyemarakkan suasana. Sayang untuk berkedip karena semua terlihat cantik. Mengingat luasnya, biar nggak bingung, bisa unduh petanya di sini.

  1. Mediterranean Harbor
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pesisir Mediterania yang menyenangkan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Serasa di Italia ya!

Dengan latar gunung berapi seperti di film Journey to Center of the Earth. Dengan wilayah perairan buatan pada bagian bawahnya, pengunjung bisa menikmati suasana pelabuhan lengkap dengan kapal-kapalnya. Ada 3 wahana yang mengisi zona ini, yaitu DisneySea Transit Steamer Line, Fortress Explorations dan Venetian Gondolas.

2. American Waterfront

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Suasana pelabuhan New York di awal tahun 1900-an.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Photo by Mbak Lupi.

Ditata ala Kota New York tahun 1912 dengan tampilan bangunan Tower of Terror yang unik dan fantastis, para pengunjung akan menikmati suasana Amerika tempo dulu dengan pengalaman menyeramkan siap menanti siapa saja di depan sana menjadi ciri khas arena ini. Ada beberapa atraksi yang masuk dalam daftar kunjung, antara lain Tower of Terror, Turtle Talk, DisneySea Electric Railway, DisneySea Transit Steamer Line, Toy Story Mania, serta Big City Vehicles.

3. Port Discovery

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Wahana Aquatopia.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ke manapun melangkah, pasti ada area perairan.

Arena yang merupakan zona aman untuk dinikmati anak-anak. Tema air tentu saja melekat di sini. Dua wahana yang bisa dinikmati adalah Aquatopia dan DisneySea Electric Railway.

4. Lost River Delta

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Serupa piramida di negeri Meksiko sana.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Mengarungi Sungai Amazon yang magis.

Lost River Delta membawa pengunjung untuk merasakan daerah pedalaman Amerika dengan Sungai Amazon, bangunan serupa piramida pancung Chichen Itza milik bangsa Aztec, hingga menelusuri Temple of Cystall Skull milik Indianna Jones sang penjelalah. Ini salah satu wahana yang saya sukai interior dan suasananya. Totalitas banget sih. Untuk wahananya, kita bisa menikmati Indianna Jones Adventure: Temple of Crystal Skul, Raging Spirits, dan DisneySea Transit Steamer Line.

5. Arabian Coast

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Selamat datang di negeri 1001 malam.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Detail pemanis ala Timur Tengah.

Menyingkir ke negeri 1001 malam, nuansa Timur Tengah yang eksotis, bangunan warna-warni, aksen serta desain yang menceriakan mata menjadi daya tarik utama di Arabian Coast. Untuk wahana yang dipertunjukkan terdapat Caravan Carousel, Sinbad’s Storybook Voyage, Jasmine’s Flying Carpets, dan The Magic Lamp Theater.

6. Mermaid Lagoon

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Under the sea.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Salah satu toko suvenir.

Kemudian saya menyingkir ke dunia bawah laut yang walau dalam cahaya temaram namun semarak dengan pernak-pernak biota laut. Menuju tepat di dunia Ariel bersama kawan-kawannya membawa pegunjung dewasa seolah kembali ke masa kanak-kanak. Mermaid Lagoon memesona dengan keceriaan wahana seperti Ariel’s Playground, Scuttle’s Scooters, Flounder’s Flying Fish Coaster, Blowfish Balloon Race, Mermaid Lagoon Theater, dan The Whirlpool.

7. Mysterious Island

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Masuki dunia asing di Mysterious Island.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bawah laut juga menyimpan misteri di zona ini.

Zona terakhir yang menawarkan sisi misterius dari dunia asing. Dengan segala yang nampak tidak familiar, bebaskan diri kita untuk bertualang, memompa adrenalin dengan atraksi yang tersaji. Yang bisa dinikmati di sini adalah 20,000 Leagues Under the Sea dan Journey to the Center of the Earth.

Layaknya theme park pada lazimnya, keseruan bukan hanya tertuju pada wahana yang ada. Tapi juga terletak di parade dan pertunjukannya. DisneySea punya beragam pilihan pertunjukannya yang bisa dinikmati. Favorit saya ada dua, yaitu Fantasmic di Mediterranean Harbor dan King Triton’s Concert di Mermaid Lagoon.

Fantasmic merupakan pertunjukan spektakuler di malam hari, kalau tidak salah sekitar jam 8 malam tepat di perairan Mediterranean Harbor. Kapal-kapal cantik disulap menjadi transportasi sekaligus panggung bagi pelaku parade seperti Mickey Mouse, Aladdin, Cinderella dan kawan-kawan. Water show yang kerlap-kerlip lampu warna-warni menjadi pemandangan cantik. Sesungguhnya saya tidak bisa mendengar dengan jelas audio percakapan dan musik yang dimainkan karena memang pertunjukan ini ditampilkan di ruang terbuka dan luas.

Pengunjung bisa duduk dan berdiri di sekeliling perairan buatan itu. Tapi ada baiknya lebih awal menyiapkan posisi untuk mendapat spot terbaik untuk menonton dan memotret. Sedangkan King Triton’s Concert yang berdurasi sekitar 14 menit menghadirkan istana bawah laut sebagai pentas utama. Kisah Ariel yang menyanyikan lagu-lagu ikonik dari film The Little Mermaid menjadi sajian utama. Sayang waktu pementasan ini tidak diperbolehkan untuk memotret. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sushi dengan rupa Mickey.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Popcorn beraneka rasa unik.

Untuk urusan makanan, ah, jangan khawatir. Banyak tempat makan yang menarik dan enak di sini. Memang harganya nggak main-main. Jadi siapkan dana lebih untuk makan enak di sini. Ini daftar lengkap restoran di DisneySea. Kemarin saya sempat makan di Sailing Day Buffet di American Waterfront. Ini restoran makan sepuasnya dengan menu internasional mendominasi. Ini enak! Terus sempat juga makan di Restaurant Sakura, juga di zona American Waterfront. Kalau ini makanannya ala Japanese gitu. Juga enak. Tapi yang bikin saya ngiler adalah booth pop corn yang tersebar di banyak tempat. Yang bikin ngiler adalah rasa-rasanya itu unik. Dari blackpepper, milk tea, hingga curry. Sedangkan toko suvenir pastinya tersebar di masing-masing zona bermain. Lihat informasi lengkapnya di sini.

Petunjukan Fantasmic jadi penutup manis saya dengan DisneySea. Saya puas walaupun angin di bulan Juli cukup menusuk, belum lagi sedikit gerimis sempat mengganggu aktivitas selama di sini. But, it was great experience. Semoga ada kesempatan untuk ke sana lagi, sekalian mampir di Disneyland.

Travel Tips:

-Beli tiket secara online dari jauh-jauh hari.

-Untuk kenyamanan, beli versi freepass.

-Menggunakan baju yang nyaman.

-Cek cuaca saat kedatangan. Waktu saya datang bulan Juli, anginnya lumayan kencang.

-Tidak boleh membawa makanan dari luar.

-Sebaiknya datang dari pagi hari.

-PJLP-

Advertisements

One thought on “The One and Only, DisneySea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s