Makan Enak di Solo

20141115_204820
Solo juga kaya akan kuliner nikmat.

 

Mungkin yang bikin saya puas melahap kuliner di Kota Solo karena rata-rata nggak pedas dan manis rasanya. Dan kuliner di Solo itu memang pada dasarnya enak-enak sih juga murah tentu saja. Tentu saja nggak kalah seru seperti saudaranya, Yogyakarta. Beberapa yang terbaik sempat saya coba waktu singgah beberapa hari di kota ini. Tapi masih banyak yang belum tersampaikan. Mungkin lain waktu ya. Tanpa pengantar panjang lebar, ini cerita saya makan enak di Solo.

 

Timlo Sastro

Jl. Ir. Juanda (di belakang Pasar Gede)

Surakarta – Jawa Tengah

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Timlo Sastro.

Dari semua makanan berkuah yang saya coba di Solo, Timlo Sastro yang paling gurih dan enak. Timlo tuh sejenis sup yang berisi ayam, ati ampela, sosis goreng khas Solo, serta telur pindang. Ayamnya juga pakai ayam kampung, telurnya menggunakan telur bebek.

Ada teknik memasak khusus yang membuat Timlo Sastro jadi lebih enak. Dari cara membuatnya, saya sempat intip kalau olahan isi timlo disiram dengan kuah kental yang sudah mengandung bumbu dapur pilihan. Kemudian disiram lagi dengan kuah dari kaldu ayam. Pantas saja rasanya gurih, pas, dan pasti enak.

Untuk harga, di bawah Rp20.000 sudah dapat semangkuk timlo. Warung makan ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 50-an. Posisinya persis di pinggir jalan, dengan jam buka dari pukul 06:00-15:30. Selain dekat Pasar Gede, Timlo Sastro bisa ditemui di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 30, Ruko Tugo Lilin A-5 Penumping.

 

Soto Gading 1

Jl. Brigadir Jenderal Sudiarto No. 75

Solo – Jawa Tengah

Tel: 0271-665 526

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Soto Gading 1 yang digandrungi petinggi politik.

Seenak apa sih Soto Gading 1 sampai-sampai Jokowi, Megawati, Surya Paloh dan tokoh-tokoh politik lainnya terekam pernah singgah di sini? Mungkin kesederhanaannya. Tidak terlalu mencolok dari segi bumbu, kuahnya bening, very light aja rasanya, isi sotonya standar seperti soto pada umumnya dengan soun dan suwiran daging ayam serta daun seledri. Tersedia juga side dish seperti gorengan tahu, tempe, sate usus, sate daging, empal ataupun perkedel.

Warung Soto Gading 1 cukup luas area makannya. Meja dan kursi dari kayu jadi interior utama. Letak etalase makanan ada di tengah, jadi kita bisa lihat jelas proses memasaknya. Yang mencengangkan tentu saja harganya. Kurang dari Rp10.000 bisa dapat semangkuk soto. Iri saya sama kota-kota di Jawa ini. Makan enak tanpa menguras isi kantong.

 

Soto Triwindu

Jl. Teuku Umar

Solo – Jawa Tengah

Tel: 0271-646 006

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Soto Triwindu.

Nama Triwindu membuat kita membanyangkan Pasar Triwindu yang terkenal akan barang-barang antiknya. Lalu apa kaitannya dengan Soto Triwindu yang legendaris ini? Karena awalnya letak warung soto ini ini di pasar tersebut. Namun proses revitalisasi membuat Soto Triwindu pindah lokasi, ya di tempatnya sekarang ini. Kalau lagi melipir ke Pura Mangkunegaran ataupun Pasar Triwindu, sekalian mampir makan di sini. Cuma jalan kaki 5 menit saja. Letaknya juga di pinggir jalan. Mudah dicari karena ada spanduk berwarna kuning menyala di bagian dengan tempat pikulan soto di pojokan, lengkap dengan kuali dari tanah liat tempat meletakkan kuah soto. Masih menggunakan arang lho masaknya.

Tampilan Soto Triwindu jelas sederhana. Yang bikin menarik adalah meja dan kursi kayu tanpa sandaran menghiasi arena makan. Satu yang menjadi ciri khas adalah etalase makanan yang diletakkan di tengah-tengah meja makan, sehingga pengunjung bisa bebas mengambil aneka gorengan yang disiapkan. Untuk cita rasanya, Soto Triwindu menggunakan daging dengan kuah bening. Rasanya sederhana saja, sepertinya soto-soto asli Solo.

 

Tengkleng Bu Edi

Pasar Klewer Solo

Jl. Doktor Radjiman

Solo – Jawa Tengah

Tel: 0271-651 552

20141117_141326
Tengkleng Bu Edi paling tersohor di Kota Solo.

Sama sekali nggak pernah makan tengkleng, bahkan nggak tahu juga apa itu tengkleng. Waktu browsing-browsing mengenai kuliner di Solo, muncullah Tengkleng Bu Edi. Setiap ulasan pasti menyebut tempat makan ini selalu ramai, selalu antri kalau mau beli, bahkan sebelum dibuka. Dan usaha kuliner ini sudah memulai peredarannya sejak tahun 1971 dan sekarang diusahakan oleh generasi keempat dari Bu Edi. Baiklah, itu tanda jelas kalau saya mesti cobain.

Tengkleng sendiri merupakan sajian khas Solo, seperti gulai namun kuahnya lebih encer. Isinya tulang-tulang kambing dengan daging yang menempel. Tengkleng Bu Edi sendiri terletak di Pasar Klewer, dekat gapura. Jangan harap bisa mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan adem. Cuma tersedia kursi kayu tanpa sandaran, itu pun nggak banyak. Nggak ada meja juga. Lapak Bu Edi tidak ada etalase juga, semua hidangan ditaruh di panci-panci besar yang begitu diintip isinya, penampakannya yang terlihat “berantakan” dan pekat seperti tekstur gulai lazimnya. Tapi mohon maaf aja, lidah saya kurang cocok. Entahlah, kurang begitu suka tengkleng. Setidaknya saya pernah coba salah satu tengkleng terbaik di Kota Solo.

 

Gudeg Ceker Bu Kasno, Margoyudan

Jl. Wolter Monginsidi No. 41-43

Solo – Jawa Tengah

Tel: 0271-630 703

20141115_030234
Supper time at Gudeg Ceker Bu Kasno Margoyudan.

Waktu itu saya tiba di Solo sekitar jam 3 pagi. Bisa langsung check-in hotel sih. Tapi perut yang keroncongan nggak bisa ditahan. Apalagi sepanjang naik kereta malam nggak bisa tidur nyenyak. Dari hotel, taruh tas, langsung tancap gas ke tempat makan yang ajaib juga sih waktu bukanya. Di atas tengah malam justru Bu Kasno baru mulai berdagang. Berpikir kalau akan sepi pengunjung, nyatanya gudeg yang satu ini justru dinanti-nantikan.

Waktu itu saya beruntung karena lagi nggak ramai. Ada seorang ibu berkonde dengan kebaya duduk dengan banyak loyang, panci, dan nampan yang berisi aneka isian gudeg di depan beliau. Saya langsung pesan makanan, si ibu kalem saja menyuap setiap lauk yang diminta. Well, what can I say, memang enak sih. Manisnya pas, cekernya enak dan lembut, tapi porsinya agak sedikit menurut. Maksudnya kalau satu porsi kurang, tapi kalau pesan dua terlalu banyak. Untuk harga, saya kira akan murah banget, tapi nggak juga ternyata. Tapi nggak mahal-mahal juga sih. Di atas rata-rata aja.

 

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Jl. Teuku Umar

Solo – Jawa Tengah

20141115_191621
Ada banyak nasi liwet yang bertebaran di Solo.

Nasi liwet adalah salah satu favorit saya nih. Makanan khas Solo yang menurut saya Jakarta belum mampu menirunya. Nasi liwet itu semacam nasi campur dengan aneka lauk dan pauk. Yang bikin enak karena nasinya sendiri dimasak menggunakan kaldu ayam. Jadi terasa betul gurihnya. Untuk isiannya, ada banyak menu yang melengkapi, seperti sayur labu siam yang menggunakan santan, telur pindang rebus, ayam suwir juga areh. Nah areh ini yang menjadi kunci nikmatnya nasi liwet. Areh adalah sari santan kental yang biasa diletakkan sebagai garnish pada nasi liwet. Pas aja rasanya dan tepat kalau dikombinasikan dengan seluruh isian yang ada.

Di Solo sih banyak sekali yang menjual nasi liwet. Tapi kalau mau cari yang ikonik, bisa ke warung Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Menjelang sore ke malam ia sudah membuka warungnya. Sekeliling area itu memang banyak yang menjual nasi liwet dan semuanya mengaku yang paling asli dan pertama. Tapi kalau ingin menikmati yang asli, mungkin bisa minta diantarkan tukang becak, dia tahu mana yang tepat, seperti yang saya lakukan. Tempat makannya sederhanan saja. Duduk ala lesehan dengan ruangan yang sedikit terbatas. Cuma ada satu meja yang berfungsi sebagai etalase. Saya pesan porsi campur karena ingin tahu rasa semua hidangan. Untuk harganya sendiri sekitar Rp20.000-an. Tapi menurut saya porsi nasinya agak sedikit, entahlah, apa karena orang di Solo makan nasinya sedikit kali ya, makanya saya kerap merasa porsi makanan mereka terlalu sedikit.

Galabo Solo

Jl. Kapten Mulyadi

Solo – Jawa Tengah

20141116_200758
Salah satu kuliner enak di Galabo.

Galabo atau panjangnya disebut Gladag langen bogan Solo yang berarti pusat makanan favorit yang berada di daerah Gladag. Satu jalur jalan umum sepanjang satu kilometer disulap menjadi pusat kuliner dari jam 5 sore hingga menjelang tengah malam. Berderet kios-kios makanan, aneka makanan memberi Anda banyak pilihan. Pada bagian tengah diletakkan meja dan kursi dengan langit terbuka. Terkadang diiringi live music dengan panggung sederhana di bagian tengah.

Galabo sudah berdiri sejak tahun 2008. Tentu saja menjadi alternatif jika ingin mencoba beragam kuliner asli Solo. Mulai dari Gudeg Ceker Margoyudan yang saya bahas di atas, tahu kupat, tengkleng, termasuk sate buntel. Waktu itu saya icip sate buntel milik Kedai Priyayi. Sate buntel sendiri rupanya lebih gendut dibanding sate-sate pada umumnya. Terbuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak kambing lalu dibakar. Bumbunya sendiri bisa yang kecap, ada juga yang kacang. Untuk rekomendasi sate buntel di Kota Solo, bisa mampir ke Sate Buntel Mbok Galak yang tersohor. Terletak di Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Banyuanyar dan buka dari jam 6 pagi hingga 4 sore.

 

Soga Restaurant & Lounge

Jl. Brigjend Slamet Riyadi No. 261

Surakarta – Jawa Tengah

Tel: 0271-727 020

Jam buka: 10:00-21:30

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Soga Restaurant & Lounge terletak di samping Museum Batik Danarhadi.

Waktu itu saya baru aja berkunjung ke Museum Batik Danar Hadi. Sebenarnya agak bingung mau ke mana habis itu, karena memang trip ke Solo kemarin nggak pakai itinerary sama sekali. Celingak-celinguk, eh, ada tempat makan nih. Masih satu kompleks dengan bangunan museum. Kelihatan fancy, kelihatan mahal. Tapi semahal-mahalnya di Solo, masa sih langsung bikin kantong tipis. Kalau mahal, beli minum aja deh.

Namanya Soga Restaurant &  Lounge. Ternyata restoran ini kerap jadi pilihan untuk menjamu pejabat-pejabat pemerintahan jika bertandang ke Solo, salah satunya BJ. Habibie. Nuansa Jawa, Eropa, bergaya klasik langsung terasa begitu memasuki ruangan. Dentang musik tradisional mengalun merdu memeriahkan suasana. Untuk menunya sendiri terdiri dari makanan Indonesia juga Western. Ada beberapa yang khas, seperti Singkon Londo, Kenyo Mesem dan Nasi Ndalem Wuryaningratan. Tapi karena belum terlalu lapar, akhirnya cuma ngemil Bitter Balen (ini enak) dan Poppertjes (ini lumayan, masih lebih enak punya Toko Oen Semarang). Untuk harga, memang sedikit lebih mahal dari restoran biasa, tapi masih dalam batas kewajaran menurut saya. Nggak seperti kafe-kafe di Jakarta yang sekali makan dan minum minimal 150 ribu ke atas. Tempatnya sendiri juga nyaman. Ada dua area, smoking area dan non-smoking area yang dekat dengan taman dan kolam kecil di sisi timur.

 

Omah Lawas

Jl. Dokter Soepomo

Surakarta – Jawa Tengah

Jam buka: 17:00-00:00

 

20141115_205423
Wedang Susu Cokelat, must try!

Saya mengetahui keberadaan Omah Lawas karena waktu itu menginap di daerah Dokter Soepomo juga. Ingin mencicipi makan ala wedangan tapi ingin yang lebih nyaman, monggo singgah di Omah Lawas. Namanya Omah Lawas yang berarti rumah lama (Omah=Rumah, Lawas=Lama), juga menggunakan bangunan tua yang membentuk citra tempat makan ini. Ada banyak ruang makan yang bisa digunakan, semuanya duduk ala lesehan. Aturan makannya, pilih makanan dan minuman yang tersedia di gerobak di bagian depan, bayar, kemudian cari tempat duduk dan pesanan kamu akan diantarkan.

Namanya wedangan atau disebut juga angkringan juga hik-hikan, yang merujuk pada kegiatan menjual makanan yang lazim dilakukan pada malam hari, menu yang disajikan pun akan serupa seperti wedangan pada umumnya. Berbagai olahan sate yang siap saji tersedia cukup lengkap di sini, termasuk menu gorengan, jadah tempe, lentho dan camilan lainnya. Lalu jangan lupakan minuman wedang jahe yang jadi favorit. Waktu itu saya coba wedang susu cokelat. Begitu datang baunya pekat sekali dengan aroma susu cokelat yang menggiurkan, namun begitu diicip, rasanya kontras. Jahe tanpa ada sentuhan susu menyusuri mulut dan kerongkongan saya. Minuman kamuflase menurut saya. Untuk harga, Omah Lawas agak sedikit mahal dibandingkan wedangan di pinggir jalan, tapi dibarter dengan kenyamanan dan kebersihan.

 

Cafe Tiga Tjeret Solo

Jl. Ronggo Warsito No. 97

Solo – Jawa Tengah

Tel: 0271-630 078

20141117_145834
Salah satu minuman enak di Tiga Tjeret.

Cafe Tiga Tjeret menjadi tempat nongkron asik sekaligus kreatif di Kota Solo. Sekilas lewat saya punya feeling pasti tempatnya menyenangkan deh. Benar kan ternyata. Jadi di hari terakhir di Kota Solo, saya menyempatkan untuk icip-icip kuliner di sini. Letaknya dekat dengan Pura Mangkunegaran dan Pasar Triwindu. Mari kita bahas tempatnya dulu. Yang selalu dikagumi dari siapa saja yang datang ke Cafe Tiga Tjeret adalah desain dan interiornya yang mengusung konsep recycle. Lampu dari gelas plastik air mineral. Kursi dari krat minuman soda. Payung-payung bekas berwarna-warni sebagai pengganti langit-langit di area terbuka. Dus pelapis telur dijadikan wallpaper di kamar mandi. Ceret-ceret aluminium sebagai tempat cuci tangan. Ah, rasa-rasanya mereka memanfaatkan betul setiap material sekreatif mungkin. Pas buat Instagrammable moments.

Lalu soal makanan. Actually Tiga Tjeret merupakan wedangan versi eksklusif, bukan ala kaki lima pada lazimnya. Jadi hidangannya pun serupa dengan wedangan. Aneka nasi dengan ragam lauk dari gorengan dan sate-satean. Camilan-camilan manis dan asin juga tersedia. Untuk minuman juga beragam, namanya juga tidak biasa. Seperti yang saya minum ini. Tapi lupa euy namanya. Sirup pakai susu dan minuman soda. Enak! Harga memang di atas wedangan pinggir jalan, tapi sebandinglah bisa duduk nyaman, bersih, ada WiFi juga musik.

PS: Dedicated this story for #MomiNat’s project with Innath.

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s