Susah Motret di Sule

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sule Pagoda berada di sentral Kota Yangon.

Dari segi lokasi, Sule Pagoda jelas lebih unggul ketimbang saudaranya Shwedagon maupun Botahtaung. Tepat di jantung Kota Yangon, dekat pula dengan tempat-tempat menarik lainnya seperti Mahabadula Park, High Court Building maupun City Hall. Pagodanya sendiri tidak terlalu luas untuk dikitari, tapi tetap menyajikan pemandangan golden temple yang menakjubkan. Biaya masuknya juga tidak semahal jika dibandingkan dengan dua pagoda lainnya. Cuma satu kekurangannya, susah dapat angle yang pas kalau ingin memotret bangunannya.

Saya memang nggak jago-jago banget sih kalau motret, tapi di Sule tuh kayak susah ya. Jaraknya terlalu pendek tapi bangunannya agak tinggi. Kalau nggak dapat atasnya atau nggak ya dapat bagian bawahnya aja. Susah kalau dapat utuh. Tapi yang pasti telapak kaki saya nggak kepanasan ketika keliling pagoda. Mungkin karena sudah agak sore juga pas ke sini dan memang sepanjang jalur disediakan karpet untuk memudahkan para pengunjung. Kami kapok datang ke pagoda tengah hari dan masih shock sama cuaca Myanmar yang kelewat panas plus mesti nyeker pula.

Setelah mengunjungi Botahtaung Pagoda, kami “melarikan diri” dulu ke Kandawgyi Nature Park trus lanjut tea time di Accacia Tea House. Setelah matahari mulai bersinar “ramah”, baru deh meluncur ke Sule Pagoda. Jadi kalau kamu ingin pagoda hopping di Yangon maupun kota-kota lain di Myanmar, better sebelum jam 10 pagi atau selepas jam 3 sore. Daripada akhirnya menyesal karena kepanasan dan kalian jadinya nggak terkesan dengan tempat-tempat yang dikunjungi karena sibuk mengeluhkan cuaca.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sule Pagoda berada dekat dengan Yangon City Hall dan Maha Bandula Park.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pintu masuk yang tersedia di banyak sisi.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ada beberapa titik altar yang tersedia di sini.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Detail dan orname serba emas terpajang jelas di sini.

Let’s talk about Sule Pagoda. Sejarah menduga bahwa pagoda ini sudah berusia lebih dari 2.000 tahun. Dipercaya bahwa pagoda ini menyimpan rambut sang Buddha. Yang membuat pagoda ini menarik karena bentuknya yang bersegi delapan dan berada di persimpangan jalan utama, seperti Arc de Triomphe di Paris. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri karena membuat pagoda ini memiliki banyak akses masuk dan keluar. Di sisi-sisi utama tersedia pintu masuk dan keluar. Di pintu masuk, persis di samping Yangon City Hall, terdapat loket kecil. Tapi petugasnya berdiri di luar dekat tangga masuk untuk menagih bayaran. Selesai transaksi kami dianjurkan melepas sandal sebelum menaiki tangga. Tersedia rak sepatu juga di situ.

Tangganya tidak seberapa tinggi yang kemudian membawa kami menuju tempat sembahyang. Ada beberapa ibu sedang duduk-duduk di sana. Kita bisa melewati mereka untuk mengitari si pagoda. Nggak sampai lima menit juga sudah selesai mengitari pagoda. Memang tidak sebesar Shwedagon. Bangunan pagoda di sini jelas bercirikan warna emas. Dengan stupa besar dan kecil-kecil yang mengapitnya. Di sisi-sisinya terdapat atap-atap dengan ukiran yang juga berwarna emas. Tapi itu, saya agak kerepotan menemukan angle yang enak untuk bisa memotret secara keseluruhan.

Selain berdiri dengan stupa-stupa berwarna emas, pagoda ini juga dihiasi dengan patung-patung Buddha berukuran kecil yang dipercantik dengan bunga-bunga yang biasa dibawa para umat. Di tiap patung Buddha tersebut, tepatnya di bagian kakinya terdapat tanda yang signifikan, yakni lambang dari zodiak Myanmar yang dilambangkan per hari. Seperti hari Minggu ada garuda, Senin harimau, Selasa singa, Rabu gajah, Kamis tikus, Jumat marmut, dan Sabtu naga.

To be honest sih euphoria saya waktu ke Sule tidak menggebu-gebu seperti mendatangi Shwedagon. Mungkin karena tidak terlalu banyak yang bisa dilihat. Mungkin karena tidak ada momen sembahyang khusus yang terjadi saat itu. Teman saya menyarankan untuk foto-foto di sana menjelang sunset, tapi saya lebih memilih menikmati senja di Shwedagon. Saya sempat keluar di pintu lain yang dihubungkan dengan jembatan penyeberangan. Dari situ juga bisa mengambil potret suasana Yangon yang cukup ramai juga dengan kendaraan-kendaraan. Oh ya, di tiap pintu masuk pasti ada penjual barang-barang untuk seserahan di altar sembahyang. Kebanyakan bunga-bunga segar.

I’m signing out from Sule Pagoda then moving forward to the magnificent Shwedagon Pagoda.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Keistimewaan Sule Pagoda karena bentuknya yang bersegi delapan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Photo by Eka Eldina.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Patung-patung Buddha dengan simbol zodiak Myanmar.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Before sunset.

 

Travel Tips:

-Tiket masuk Kyat 3.000. Jam buka dari 04:00-22:00.

-Kunjungi pagoda saat pagi hari, maksimal jam 10 pagi atau sebelum matahari terbenam.

-Kenakan pakaian yang sopan. Tidak diperkenankan mengenakan atasan tangan pendek (yang terekspos bahu), mengenakan bawahan yang pantas (minimal di bawah lutut).

-Tidak diperkenankan menggunakan sepatu, sandal, bahkan kaos kaki ke bagian dalam pagoda (dilepaskan dari pintu masuk).

-Bawa kantong atau recycle bag untuk meletakkan alas kaki, jika tidak ingin menitipkan di rak sepatu yang terdapat di depan pintu masuk.

-Bawa tisu basah untuk membersihkan kaki selepas kunjungan.

-Hormati umat yang sedang beribadah. Jangan membuat kegaduhan. Jangan terlalu ekstrem ketika memotret prosesi ibadah.

-Perhatikan langkah. Kalau ubin terlalu panas, berjalanlah di area karpet yang telah disediakan.

-Bawa air minum secukupnya untuk menghindari dehidrasi akibat hawa panas yang bisa mencapai 40⁰C.

 

Sule Pagoda

Maha Bandula Road

Yangon-Myanmar

+95 9 976 555 383

 

-PJLP-

Advertisements

4 thoughts on “Susah Motret di Sule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s