Yangon City Tour – Option 1

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
The remarkable Yangon City Hall.

Yangon menjadi kota pertama yang akan dihampiri wisatawan jika ingin mengitari Myanmar. Selain itu ada Mandalay. Keduanya memiliki bandara internasional yang membuka penerbangan dari Singapura, Malaysia, Thailand dan negara lainnya. Sayangnya tidak ada direct flight dari Indonesia, ya tahu diri aja, berapa banyak sih warga Indonesia yang berkunjung ke Myanmar?

Kota Yangon yang sempat menjadi ibukota Myanmar ini mestinya wajib masuk dalam list Myanmar trip. Karena kota ini termasuk modern dibanding rekan-rekan sejawatnya, tapi masih menyertakan peninggalan masa lalu. Baik dari yang berbau religius hingga bergaya Britania Raya. Berkunjung ke tiga pagoda terpopuler yakni Shwedagon Pagoda, Sule Pagoda dan Botahtaung Pagoda adalah wajib hukumnya. Tapi Yangon tak hanya unggul dengan golden pagoda-nya. Yangon masih menyimpan beberapa destinasi yang bisa jadi alternatif di saat kalian ingin mencari suasana lain.

Remains of England

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sisa-sisa peninggalan bergaya Western.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Immanuel Baptist Church.
20160501_165916
Wefie time.

Saya rasa hampir semua kota di dunia ini pasti memiliki area Old Town alias Kota Tua.  Dan kawasan antik ini selalu menarik perhatian saya. I already saying this over and over that I’m a vintage person. Sesuatu yang lawas, yang klasik, yang berusia tua selalu menjadi magnet tersendiri. I don’t know why. Jadi begitu tahu kalau Yangon juga memiliki hal ini, saya memastikan akan berkunjung ke sana.

Kawasan Old Town di Yangon berpusat dekat Maha Bandula Park. Sebagai area sentral, kawasan ini begitu ramai dengan aktivitas dan kerap menjadi pusat keramaian. Apalagi ditambah dengan kehadiran Sule Pagoda yang masih satu kawasan. Pagoda yang satu ini termasuk yang dikagumi para wisatawan juga menjadi pusat kegiatan ibadah umat Buddha. Jadi setelah mengunjungi Sule Pagoda, saya melanjutkan petualangan ke Britania. Eh…

Kawasan ini memang dominan dengan bangunan bergaya barat. Jelas jejak-jejak Inggris terpampang jelas di sini. Sejarah mencatat bahwa Myanmar pernah dikuasai Inggris hingga akhirnya menyatakan kemerdekaan tahun 1948. Walaupun kehilangan kekuasaan di negeri Myanmar, namun bangunan-bangunan penting yang dulu memiliki peran dalam pemerintahan mereka masih terus dipertahankan. Malah sekarang menjadi salah satu bagian dari objek pariwisata.

Ada beberapa bangunan bersejarah yang bisa dinikmati arsitekturnya. Yang pertama adalah Yangon City Hall. Berdiri tepat di hadapan Maha Bandula Park dengan sisi timur yang berdampingan bersama Sule Pagoda. Bangunan ini termasuk dalam Yangon City Heritage List. Sang perancang bangunan adalah U Tin, yang merupakan arsitek kelahiran Myanmar yang juga mendesain Central Railway Station.

Konstruksi bangunan dimulai sekitar tahun 1926 dan selesai pada 1936. Gedung ini menjadi saksi sejarah banyak peristiwa penting di Myanmar, seperti People’s Peace Committee di tahun 1964 yang menarik massa hingga 200.000 orang. Di sini juga termasuk titik beberapa pengeboman, termasuk di tahun 2000, 2008 dan 2009. Yangon City Hall bisa dikunjungi dari pukul 10:00 hingga 16:00.

Yangon City Hall

Maha Bandula Road

Yangon-Myanmar

+95 1 543 217

Selepas itu jalan ke sisi barat City Hall akan menemukan bangunan gereja dengan lambang salib di atasnya. Namanya Immanuel Baptist Church, sudah dibangun sejak 1885 oleh misionaris Amerika. Namun Perang Dunia II menghancurkan bangunannya, sehingga kemudian dibangun ulang pada 1952. Gereja klasik ini juga termasuk dalam Yangon City Heritage List. Sewaktu melewati gereja ini saya mendengar lagu pujian yang sedang mengalun dari dalam gereja. Pas saat itu adalah hari Minggu. Rasanya ingin masuk dan mengikuti kebaktian, karena selama ini saya nggak pernah euy ikut ibadah pas lagi jalan-jalan. Maybe another time, another city.

Immanuel Baptist Church

Maha Bandula Road

Yangon-Myanmar

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
High Court Building.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Independence Monument, designed by U Tin.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Garden with the views.

Sejajar dengan Immanuel Baptist Church ada gedung berbata merah yang kelihatan menojol dibanding yang lainnya. Tertutup tanaman hijau berbunga kuning. Paling cantik menurut saya. Adalah gedung bekas High Court Building yang menjadi bangunan ikonik era kolonial. High Court Building didesain oleh James Ransome dan memulai proyek pembangunan pada 1905. Ia menyelesaikan pembangunan ini enam tahun kemudian dan mendapat pengakuan karena bangunannya termasuk Queen Anne Style architecture. Waktu itu saya tidak tahu apakah gedung ini bisa dimasuki atau nggak. Tapi yang pasti di depannya berjajar gerobak-gerobak makanan dan minuman. Entah itu ada sepanjang waktu atau karena hanya di akhir pekan saja.

High Court Building

Pansodan Street 89/133

Yangon-Myanmar

Yang terakhir, bukan terakhir juga sih, karena masih ada beberapa bangunan lainnya. Tapi saya hanya menceritakan area yang saya datangi saja. Ada Maha Bandula Park atau Maha Bandula Garden. Ruang publik yang kerap berperan sebagai alun-alun bagi warga lokal. Lokasinya yang tepat di tengah bangunan-bangunan bersejarah di atas. Nama taman ini sendiri diambil dari Jenderal Maha Bandula yang berjuang melawan kolonial Inggris pada perang Burma era 1824-1826.

Setelah Myanmar menyatakan kemerdekaan pada 1948, diletakkan Monumen Kemerdekaan (Independence Monument) berupa obelisk, menggantikan patung Queen Victoria yang dulu dipajang semasa Inggris menguasai Myanmar. Pembuat monumen ini adalah orang yang sama mendesain Yangin City Hall, yakni U Tin. Yang menyenangkan dari Maha Bandula Park adalah suasana yang asri dan nyaman untuk duduk-duduk sore. Rumputnya dipotong rapi, tidak banyak sampah, tidak bau pula, palingan kebanyakan diisi pasangan yang sedang berkencan atau keluarga yang ingin santai.

Maha Bandula Park

Maha Bandula Park Street

Yangon-Myanmar

Notes:

Jika ingin mengenal secara dekat Yangon dan bangunan-bangunan penting di dalamnya, bisa mengikuti beberapa walking tour di bawah ini.

Yangon Heritage Trust

Free Yangon Walks

Atau bisa jalan independen dengan rute ini.

PJLP-

 

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Yangon City Tour – Option 1

      1. oh..iya aku sedikit bingung karena terlihat ada patung yesusnya di atas pintu masuknya (maafkan kalau salah) setahuku kalau protestan biasanya cuma ada simbol salibnya hehehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s