Pantai Padang Dalam Siluet

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Padang. Sunset. Layangan.

Teman saya pernah berujar, walaupun datang ke tempat yang sama beberapa kali, pasti mendapati ambiance dan vibes yang berbeda. Saya akui itu benar adanya. Seperti ketika saya ke Padang lagi, untuk ketiga kalinya. Dua pertemuan yang pertama tak terlalu berkesan mendalam. Tapi kali ketika, Padang mengubah pandangan saya. Membuat kota ini jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Pertama kali mendarat di Padang tahun 2012 silam. Kemudian penghujung 2013 kembali singgah. Terakhir saya menghampiri kota ini Agustus lalu. Beberapa tahun berlalu membuat ibukota Sumatera Barat ini menawarkan rasa berbeda. Saya merasa kota ini jauh lebih bersahabat dan ramah untuk dikitari. Ada dua objek yang mencuri perhatian saya waktu itu, yang pertama adalah kawasan Kota Tua. Yang kedua adalah Pantai Padang. Kali ini saya akan membahas Pantai Padang terlebih dahulu.

Bagi pecinta pantai, saya rasa tak semua orang berpendapat ini adalah pantai yang cantik. Sebentar. Mari jabarkan pantai yang cantik seperti apa. Definisi pantai yang cantik kerap diikuti dengan visualisasi berpasir putih, halus, lembut, lengkap dengan gradasi warna air laut dari biru muda, turqoise hingga biru tua. Makin sempurna kalau ombaknya tidak terlalu kencang juga sepi pengunjung. Jika diaplikasikan dengan Pantai Padang Taplau, jelas semua kriteria tidak masuk hitungan. Lalu apa yang membuat pantai ini menarik bagi saya? Sunset-nya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pantai Padang juga menjadi tempat parkir kapal-kapal nelayan setempat.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bangunan setengah jadi yang nampak mengganggur depan pantai.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Warung-warung makan di pinggir jalan dekat pantai.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
The reason I love sunset.

Saya termasuk pecinta sunset. Sudah pasti berburu momentum ini akan selalu masuk dalam tiap destinasi yang saya kunjungi. Sunset di pantai jelas yang paling memesona. Pantai Padang sendiri termasuk salah satu titik di Kota Padang yang menawarkan panorama jingga menjelang akhir hari. Walau pantainya berpasir hitam, berombak kencang karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, warna air laut yang cenderung keruh, tapi bisa menceriakan mata dengan pemandangan mentari tenggelam.

Pantai Padang Taplau kerap menjadi tempat nongkrong warga Padang. Pertama karena lokasinya di tengah kota. Kedua karena mudahnya akses. Ketiga karena tidak memungut biaya masuk, kecuali biaya parkir kendaraan. Memang tidak banyak yang bisa dilakukan di pantai ini. Untuk main air, paling hanya sebatas membasahi kaki saja. Maklum saja, deru ombak yang kurang ramah membuat pengunjung mesti waspada ketika menyusuri pantai ini. Beberapa ada yang main layangan. Anginnya asyik banget sih buat main layangan. Di pinggir pantai ada yang jual kok. Jadi nggak perlu bawa dari rumah.

Kemudian nggak bisa juga leyeh-leyeh di pasirnya karena memang space-nya nggak terlalu lebar. Saran saya antara duduk santai dekat Monumen Merpati Perdamaian sambil menanti matahari terbenam. Atau bisa makan ikan bakar yang dijajakan sepanjang jalan pinggir pantai. Ada beberapa warung yang menjual ikan mentah hasil tangkapan hari itu. Kamu bisa memilih dan bisa minta dimasak saat itu juga. Waktu itu saya sempat memesan pisang bakar di sini. Uniknya, pisang yang digunakan bukan pisang uli atau pisang raja seperti biasanya olahan pisang bakar. Namun menggunakan pisang kepok. Sama enaknya kok!

Dulu sih, waktu saya pertama kali ke Padang, kawasan pantai ini terkenal dengan kawasan payung ceper. Semacam tempat hiburan yang identik dengan payung-payung pantai yang dipasang serendah mungkin (seceper mungkin) sehingga kita sama sekali nggak bisa melihat siapa yang sedang duduk di situ. Payung ceper ini aktifnya saat malam tiba. Ada beberapa tempat seperti ini di dekat pantai. Biasanya hanya terdengar musik super kencang, bahkan bisa terdengar oleh pengendara yang melintas di depannya. Lampu-lampu kerlap-kerlip seperti di pohon Natal jadi pelengkap. Hits banget deh pokoknya.

Tapi yang anehnya, kalau melihat di jajaran payung dan kursi, sama sekali gelap tanpa cahaya, tanpa kejelasan siapa yang ada di situ. Cuma jajaran motor yang sedang diparkirlah yang menjadi penanda bahwa “tempat remang-remang” ada pengunjungnya. Imej negatif dari payung ceper ini kemudian membuat aksi “bersih-bersih” oleh pemerintah daerah setempat sehingga sekarang keberadaannya sudah tidak ada lagi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Monumen Merpati Perdamaian.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Monumen IORA.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Banyak warga Padang yang menghabiskan sore hari bermain di pantai ini.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pantai sepanjang jalan.

Mengenai Monumen Merpati Perdamaian itu baru saya ketahui setelah tiba di lokasi. Ternyata ini adalah monumen baru yang diresmikan bulan April tahun ini oleh Presiden Joko Widodo. Rupanya sebuah tiang berdiri agak miring, hampir seperti Patung Dirgantara di kawasan Pancoran. Tapi pada bagian atasnya dibuat berupa burung merpati yang menjadi simbol perdamaian. Kalau saya baca-baca sih ada pro kontra mengenai pemilihan burung merpati. Tapi terlepas dari itu, monumen ini menjadi satu titik yang ikonik di Pantai Padang Taplau saat ini.

Selain Monumen Merpati Perdamaian, ada juga nih tempat ikonik di Pantai Padang Taplau. Ada semacam monumen, namanya Monumen IORA (Indian Ocean Rim Association), IORA adalah negara-negara di kawasan Samudra Hindia. Sebagai penanda, didirikan semacam penanda arah dengan tanda panah yang berisi nama-nama negara yang termasuk dalam IORA. Di samping terpampang tulisan ‘PADANG’ dalam huruf-huruf besar. Tentu saja ini menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berfoto narsis.

Travel Tips:

-Pantai Padang Taplau terletak sepanjang Jalan Samudera. Dekat saja dari pusat kota.

-Waktu terbaik untuk menikmati pantai ini saat petang hari, sekitar jam 5 sore.

-Jangan berenang atau bermain air terlalu jauh dari pinggir laut. Ombaknya dan anginnya kencang.

-Tidak ada biaya masuk.

-Tersedia beberapa stan penjual makanan dan minuman.

-Ada juga penjaja makanan laut di pinggir jalan.

-PJLP-

Advertisements

5 thoughts on “Pantai Padang Dalam Siluet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s