Swafoto di Farmhouse Susu Lembang

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Salah satu objek wisata yang sarat dengan tempat untuk berswafoto.

Menurut saya sekarang ini orang-orang lebih mengincar membuat swafoto (selfie) yang keren dan ikonik. Punya foto keren bisa buat dipamer di media sosial atau jadi kenang-kenangan tanpa batasan waktu. Sah-sah saja kok. Bagi mereka yang berprinsip sama, pasti kegirangan deh kalau singgah di Farmhouse Susu Lembang di Kota Bandung. One stop destination yang membawa kita terbang menuju negeri idaman ala Eropa dan New Zealand.

Farmhouse Susu Lembang merupakan paduan tempat wisata, restoran, animal barn, serta toko suvenir. Dengan banyaknya pilihan tempat wisata, makan dan belanja di Bandung, membuat objek yang satu ini mencoba menawarkan inovasi yang kreatif juga kekinian. Muncullah ide untuk membuat satu area yang ditata dan didesain ala negeri di mancanegara. Detail-detailnya diperhatikan betul, sehingga membuat siapa saja serasa berada di Jerman,  Belanda juga Yunani. Apalagi dengan hawa Lembang yang sejuk, makin membuat pengunjung betah untuk berlama-lama di situ.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Botol susu yang jadi bangunan ikonik di Farmhouse Susu Lembang.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Air terjun ini juga kerap menjadi lokasi pengunjung untuk berfoto.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalan setapak yang mengiringi langkah memasuki Farmhouse Susu Lembang.

Dari pintu masuk sudah terlihat botol susu besar menjadi simbol ikonik tempat ini. Kemudian kamu bisa mengikuti jalan setapak yang ditemani batang-batang pohon yang didesain artistik di sisi kiri dan kanan jalan. Serasa di hutan-hutan misterius, jalan setapak ini kerap menjadi pemanasan foto-foto sebelum para tamu menyisir titik lain. Kemudian berjalan 30 meter untuk menemukan areal Gembok Cinta.

Areal ini jadi titik favorit pasangan muda-mudi. Let me explain. Tahukah kalian mengenai Pon de Arts di Paris? Sebuah jembatan di atas Sungai Seine yang menjadi saksi bisu di mana banyak hati bertaut dan “terkunci” demi sang belahan jiwa. Jadi pada pagar jembatan entah berapa banyak gembok yang menjadi lambang cinta dua manusia yang saling mengunci hatinya. Terinspirasi dari objek romantis itu, Farmhouse Susu Lembang pun menghadirkan Pon de Arts di tanah Lembang.

Tak membangun jembatan yang nampaknya akan memakan banyak tempat, dibangunlah pagar besi yang berdiri di jalan-jalan setapak yang ditudungi pohon rindang. Warna-warni gembok tergantung tak beraturan. Pada tiap gembok tertera nama dua insan, ada pula yang menyertakan tanggal hari jadi sebagai tambahan. Gemboknya sendiri bisa dibeli di toko suvenir yang terletak di dekatnya. Sekitar Rp30.000 saja kok.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Gembok cinta.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jalan setapak dengan pagar yang berisi gembok cinta.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Dekat toko suvenir yang biasa menjual gembok cinta.

Toko suvenirnya juga cukup menarik. Banyak dijual pernak-pernik yang lucu. Bagian depan toko juga kerap dijadikan background foto. Dengan atap dari rumput, bentuk bangunan yang mungil dan menarik, lengkap dengan sepeda putih dan kolam kecil di samping, tentu saja jadi cantik jika “ditangkap” kamera. Untuk ritual penguncian gembok ya tidak ada ketentuannya. Cuma di bagian atas sana terdapat Kolam Cinta yang bisa digunakan untuk melempar kunci gembok. Hal yang sama dilakukan di Pon De Arts. Biasanya mereka melempar kunci di sungai, sedangkan di Farmhouse sendiri dibuat Kolam Cinta sebagai media untuk menutup ritual gembok cinta.

Melenggang bebas di jalan setapak yang cuma dibuat mengikuti satu rute, kita akan bertemu pandang dengan bangunan khas Eropa, seperti khas Jerman. Dengan detail bangunan yang cantik dan beberapa anak tangga di bagian depannya, objek yang satu ini bisa menjadi perhentian untuk membidik momen. Dari bangunan tersebut, pengunjung akan digiring melewati taman mini yang sudah dipagari. Di dalamnya terdapat sepeda dan bunga-bunga cantik serta properti pendukung lainnya. Awalnya area ini tidak dipagari. Namun karena banyaknya pengunjung yang tidak berperilaku baik untuk menjaga keasrian objek, terpaksa bagian operasional Farmhouse mesti mengamankan area dengan mendirikan pagar pembatas. Ah Indonesia, selalu saja tidak bisa bersikap sepantasnya.

Dari taman mini yang menyenangkan, pengunjung bisa belok kiri dan menikmati bangunan-bangunan yang didesain seperti berada di salah satu kota di Jerman. Khas banget dengan bangunan bertingkat bercat putih atau krem yang diberi garis-garis tertentu. Di sini tersedia jasa penyewaan baju-baju khas Belanda. Seperti kalau ke Volendam. Baju dengan rok mengembang dengan atasan putih cantik dan topi kain. Untuk laki-laki juga ada. Baju tersedia untuk beragam ukuran, tua dan muda bisa mengenakannya. Warnanya ada yang merah dan biru. Biaya peminjamannya Rp75.000 untuk satu jam. Kita bisa mengenakan pakaian ini di semua area Farmhouse. Jadi bisa lebih maksimal buat foto-fotonya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Taman cantik yang kini dipagari karena pengunjung kerap merusak rumput.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bangunan bergaya sedikit Mediterania.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Koleksi suvenir yang dijual.

Di area ini juga terdapat toko suvenir yang begitu menarik dan sebaiknya kalian kunjungi. Kebanyakan menjual pernak-pernik. Sepertinya pengunjung wanita yang akan lebih menikmati toko ini. Untuk harganya menurut saya ya sedikit pricey, tapi masih tak berlebihan kok. Di sisi lain berjajar toko-toko makanan dan camilan. Toko-tokonya dicat warna-warni dengan detail dan desain yang kreatif dan artistik. Cantik difoto. Dan seperti mengingatkan akan toko-toko di Mykonos dan pulau-pulau Mediterania di Yunani.

Bagi yang betah di sini dan malas untuk keluar cari makan, sekalian saja makan di Restoran Asado. Tempatnya seru dan menyenangkan. Area makan yang luas dengan langit-langit tinggi, tentu saja menyertakan detail-detail berbau Eropa, sontak membawa saya serasa berada di benua biru. Restorannya terdiri dari dua lantai. Waktu itu saya memilih duduk di lantai atas dengan jendela-jendela kaca yang mengagumkan.

Tanpa pendingin ruangan, hawa sejuk bisa terasa. Karena memang restoran ini dibuat terbuka dengan alam. Oh iya, untuk sinyal telepon saya (Mentari) kurang begitu baik di sini. Sayangnya waktu itu Wifi restoran ini pun tidak membantu juga. Untuk makanannya saya akui rasanya cukup memuaskan, walau sedikit lama penyajiannya. Mungkin karena saat itu sedang ramai. Aneka sajian bertema Western tersedia di buku menu. Saya makan ayam goreng gitu, lupa namanya apa. Mestinya menggunakan bir, tapi kolega saya yang Muslim memilih untuk menggunakan campuran soda.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Area makan yang terdiri dari dua tingkat.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Chicken platter with variant sauces.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Satu-satunya coffee shop di area Farmhouse.

Begitu kelar makan siang di sini, coba ke areal animal barn di pojok lokasi. Di sini bisa dengan bebas bercengkerama bersama hamster yang imut, ataupun bersama domba yang cantik banget karena dipasangkan pita berwarna merah muda. Lucu banget. Trus anteng pula. Ada juga jajaran kelinci yang lari-lari kecil di kandang kediamannya. Kita bisa berpose bersama binatang-binatang ini.

Di dekat sini juga terdapat replika rumah Hobbit, seperti di Hobbiton, New Zealand. Ya memang tidak mirip betul. Hanya pintu kayu berbentuk bulat yang menjadi penandanya saja. Lalu di kiri-kanan tersaji tanaman-tanaman kering menjadi penghias suasana. Kalau ingin swafoto di sini, jangan lupa antri ya. Banyak pengunjung yang menjadikan area ini sebagai titik wajib untuk berfoto ria.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Animal barn.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hello girl!
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Replika Hobbiton.

Area Farmhouse Susu Lembang sendiri kelihatan tak begitu besar ketika kita mengitarinya. Namun kalau sudah diisi dengan potret sana-sini, tak terasa setengah hari sendiri bisa habis di sini. Tapi siapkan diri karena objek wisata yang satu ini sedang happening di Lembang. Tak heran banyaknya pengunjung yang datang, bahkan di hari biasa sekalipun. Untuk parkir mobil pun cukup membuat pekerjaan rumah bagi si supir.

Sebaiknya kamu datang saat pagi hari, supaya tidak terlalu panas ketika ingin mengelilingi area. Karena 90% lahan berada di tempat terbuka. Di samping itu bisa juga menghindari antrian ketika ingin meminjam baju tradisional. Oh ya, ketika membeli tiket masuk (tiket masuk Rp20.000, tahun 2016), simpan struk agar bisa ditukar dengan susu murni dengan aneka pilihan rasa. Atau bisa juga menukar dengan sosis goreng yang gurih. Di bilik penukaran juga tersedia susu murni dan sosis yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kalau ingin maksimal, bisa sewa baju tradisional Belanda.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Manfaatkan setiap ruang untuk menjadi latar pemotretan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Instragrammable moments in Farmhouse Susu Lembang.

Farmhouse Susu Lembang Bandung

Jl. Raya Lembang No. 108

Bandung – Indonesia

Tel: 022-8278 2400

Jam buka: 09:00-20:00

Tiket masuk: Rp20.000

-PJLP-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s