Walking Around Little India

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Walking tour adalah cara terbaik untuk mengenal sebuah kota.

Kawasan Little India sama masifnya seperti China Town di banyak negara. Sentra komunitas ini menjadi nadi bagi para pendatang beretnis India. Elemen kehidupan berdiri di sini bukan hanya sebagai pengingat kampung halaman tapi juga menjadi objek pengenalan bagi kaum non India yang ingin mengenal lebih dekat seperti apa kehidupan mereka.

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai ulasan Hotel Vagabond, a Tribute Portfolio yang terletak dekat dengan Little India di Singapura, sekalian saja saya ingin cerita pengalaman walking tour around Little India. Program jalan kaki ini merupakan bagian dari liputan kemarin. Saya kira akan sedikit membosankan, ya karena kurang begitu familiar dengan Little India di Singapura. Yang saya tahu hanya Mustafa Centre, tempat belanja suvenir favorit sejuta umat karena jam bukanya 24 jam dan harganya juga tak merisaukan dompet. Tapi melalui walking tour ini semacam terbuka ya perspektifnya mengenai Little India. Dan quiet interesting sih bagi penggemar fotografi. Bisa hunting foto arsitektur dan human interest di sini.

Selama beberapa jam jalan kaki, saya melewati beberapa bangunan ikonik yang menjadi highlight dari perjalanan ini. Saya akan susun menurut pointers aja ya.

-Residence of Tan Teng Niah

37 Kerbau Rd, Little India

Singapura

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Terkenal akan warna-warni bangunan yang menceriakan mata.

Bangunan warna-warni yang ceria ini pasti akan menyedot perhatian jika melintas di depannya. Bangunan bertingkat dua ini hanya beberapa menit berjalan kaki dari Little India MRT Station. Letaknya memang tidak di pinggir jalan. Sejarah bangunan ini bermula tahun 1900, ketika Tan Teng Niah, merupakan salah satu pengusaha etnis Cina terkemuka di Little India membangun kediaman ini bagi istrinya. Bangunan ini mendapat pengaruh arsitektur dari Cina Selatan dan Eropa.

Saat menghampiri Residence of Tan Teng Niah, suasana sepi-sepi saja. Kami tidak bisa memasuki bagian dalam, hanya bisa berpose di luar saja. Tapi itu sudah cukup sih. Walaupun ada kursi-kursi taman pada satu sisi yang membuat range untuk foto jadi sedikit terbatas. Bangunan rumah ini memiliki jendela-jendela kayu dengan cat warna-warni yang jadi pemanis. Model jendelanya yang swing window itu lho. Vintage banget sih. Beberapa ornamen menarik lainnya terletak di bagian atap yang mengaplikasikan jajaran bambu. Ada juga di bagian depan yang memasang tulisan dalam kaligrafi ‘Siew Song’ atau diartikan sebagai elegant pine. Satu lagi ada swinging door yang dikenal sebagai Pintu Pagar dalam Bahasa Melayu.

-Masjid Abdul Gaffoor

41 Dunlop St

Singapura

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Masjid ini memiliki beberapa nama, salah satunya Abdul Gaffor Mosque.

Dari luar sih bangunannya terlihat modern, cantik dan tidak terkesan tua. Padahal siapa yang sangka kalau Masjid Abdul Gaffoor mulai dibangun sejak 1907 oleh Syaik Abdul Gafoor, seorang muslim dari India Selatan. Kemudian mengalami restorasi yang baru selesai dikerjakan 2003 silam. Masjid ini pun dikenal dengan banyak nama, seperti Abdul Gafoor Mosque, Abdul Gafor Mosque, Abdul Gaffor Mosque, Abdul Gaphore Mosque, Abdul Gapore Mosque, Dunlop Street Mosque juga Indian Mosque. Ya beda-beda tipis sebenarnya namanya.

Kemarin kami hanya melintas di depannya saja. Pintu pagar hitam di bagian depan nampak tertutup. Tidak ada juga tanda-tanda orang beraktivitas di dalamnya. Dari segi arsitektur, masjid ini diketahui mendapat pengaruh dari Arab, India dan Renaissance. Warna kuning kalem dengan hijau menjadi warna mayoritas. Ukurannya memang tidak besar, tapi masjid ini cukup mencolok bagi lingkungan sekitarnya. Bagi pelancong, bisa kok memasuki pelataran masjid untuk melihat-lihat juga memotret. Tapi ingat, kenakan pakaian yang pantas ya. Yang muslim, sekalian saja shalat di sini. Mumpung bisa sembahyang di salah satu masjid bersejarah di Kota Singapura ini.

 -Sri Veeramakaliamman Temple

141 Serangoon Rd

Singapura

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Perhatikan detail patung dan ukiran pada bagian atas kuil.

Apalah arti ke Litte India kalau tak mampir di Sri Veeramakaliamman Temple, salah satu kuil Hindu tertua di Negeri Singa. Kuil ini didedikasikan bagi Dewi Sri Veeramakaliamman atau biasa disebut Kali. Kuil ini dulunya menjadi tempat sebahyang bagi warga India yang merupakan kaum pendatang. Mereka kerap berdoa untuk memohon perlindungan karena menetap di negara asing. Zaman Perang Dunia II, kuil ini menjadi tempat untuk berlindung dari serangan bom.

Kuil yang dibuka sejak 05:30 hingga 21:30 ini membuka pintu bagi siapa saja untuk berkunjung ke dalam. Alas kaki mesti dilepas di bagian muka. Bagi non Hindu, sebaiknya lebih memerhatikan sikap dan perilaku ketika berkunjung. Saat saya datang kemarin, kuil sedang ramai-ramainya dengan umat yang datang sembahyang. Jadi saya tidak terlalu getol untuk memotret, ya karena nggak enak aja. Pengunjung biasa bisa menelusuri seluruh area kuil, kecuali satu area yang sepertinya ruang suci gitu. Banyak mengantri untuk memasukinya. Yang menarik, banyak ornamen-ornamen yang dipasang di langit-langit. Jadi pastikan untuk menengok ke atas saat bertamu ke sini.  

-Around Dunlop Street

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Tipikal suasana di Dunlop Street.

Masih satu jalan dengan Abdul Gaffoor Mosque, saya dan rombongan menyusuri Dunlop Street yang tak begitu besar, cenderung minum kendaraan melintas, namun memiliki pemandangan ruko bertingkat dua (rata-rata bertingkat dua) yang bergaya sedikit jadul tapi tetap terasa sisi modernya. Jalan santai saja di sini, nikmati pemandangan lain dari Singapura yang kerap berisi gedung-gedung pencakar langit. Jika diteruskan, makin banyak bangunan pertokoan di sini. Ya kalau rada-rada miriplah dengan suasana dekat Glodok, Pasar Baru dan teman-temannya. Tentu saja di Dunlop Street jauh lebih rapi, lebih nyaman dan lebih bersih.

-Jalan Besar

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bangunan bergaya zaman dulu masih terlihat di sepanjang jalan ini.

Jalan Besar benar-benar merupakan jalan besar, merupakan salah satu jalan di dearah Kallang. Hanya berjarak beberapa menit dari hotel tempat saya menginap waktu itu. Jalanannya cukup lebar dengan bangunan-bangunan sekitar yang diisi dengan rangkaian pertokoan, restoran juga panti pijat. Beberapa bangunan terlihat klasik, dengan detail ukiran kayu pada beberapa bagian, terutama di bagian jendela dan atap. Tapi karena termasuk jalan yang lebar dan besar, area ini dilewati banyak kendaraan. Bus-bus besar kerap hilir mudik di sini. Jadi kalau ingin memotret dalam keadaan lengang bisa memilih waktu lebih pagi.

Indian Style

Campbell Lane, Singapura

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Beberapa bahan persembahan untuk kuil.

Selepas Dunlop Street kalian akan menemukan bangunan yang cukup tinggi dengan desain berbeda dari gedung-gedung di sekitarnya. Itu adalah gedung Indian Heritage Centre yang kerap menjadi wadah bagi pengenalan serta apresiasi bagi kultur India. Sekitar sini terdapat toko-toko seperti suvenir juga pernak-pernik untuk bahan sembahyang di kuil. Seperti aneka bunga yang tergantung.

-Serangoon Road

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kalau malam warna-warni lampu bersinar cantik.

Last but not least ada Serangoon Road. Merupakan jalanan besar yang di sisi kiri-kanannya terdapat toko-toko yang lazimnya dimiliki kaum etnis India. Yang saya lihat ada toko kelontong, pakaian, beberapa menjual buah dan bunga segar. Serangoon Road juga marak tiap kali Festival Divali (festival of lights) berlangsung. Sepanjang jalan akan dipasang lampu-lampu cantik yang ternyata bisa memakan biaya besar. Untuk tahun ini saja bisa menghabiskan hampir setengah juta Dolar.

Ya itu ada adalah sekilas pemandangan sekitaran Little India. Bisa menjadi alternatif bagi kalian selain jalan-jalan dan belanja di kawasan lainnya di negeri ini. See you in another post.

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s