Air Terjun Jereweh Yang Sepi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Air Terjun Jereweh yang sepi dan seru buat mainan air.

I love the sounds and the power of pounding water, whether it is the waves or a waterfall. Apapun objek alam yang bernuansa air entah mengapa secara ajaib bisa menenangkan hati dan pikiran yang kusut begitu berada di dekatnya.

Mari awali dengan Kota Jereweh. Pernah dengar nggak nama kota ini? Saya aja baru dengar begitu tiba di kotanya. Maklum, saya dadakan mesti ke kota ini dan baru fix mau berangkat H-1. Yang saya tahu mesti ke Sumbawa Barat. Itu aja. Oh ya, Jereweh ini adanya di Sumbawa Barat ya. Kota kecil ini bisa dicapai sekitar 30 menit dari Pelabuhan Benete, itu lho pelabuhan yang menjadi gerbang penyambut bagi pengunjung yang datangnya dari Pulau Lombok. Saya sendiri datangnya dari Lombok. Memang rute panjang mesti saya tempuh demi mencapai Jereweh. Saya yang saat itu sedang berada di Bali mesti terbang 40 menit ke Lombok. Dari Lombok naik kendaraan menuju Pelabuhan Kayangan yang memakan waktu hampir dua jam. Lantas lanjut naik kapal cepat dari Lombok ke Sumbawa dengan kisaran waktu perjalanan sekitar 90-100 menit.

Tiba Benete mesti sabar sedikit, kira-kira 30 menit lagi buat mencapai Kota Jereweh tercinta. Fiuh…melelahkan sih, tapi pemandangan sepanjang jalan asyik sih. Walau sore itu ombaknya cukup terasa, tapi saya yang sudah ngantuk parah seakan tak peduli dengan goncangan. Trus perjalanan dari Benete ke kotanya pun dihiasi pemandangan bukit-bukit hijau dengan jalanan berkelok-kelok, ada jurangnya juga, tapi sepi kendaraannya. Tapi tetap hati-hati guys, jalanan lowong bukan berarti jadi super ngebut di jalan ya!

Waktu itu saya nginapnya di resor baru, namanya MYAMO Beach Lodge yang lokasinya tersembunyi dan tepat di depan Pantai Jelengeh yang cemerlang dengan gradasi laut biru hingga tosqa. Kalau pagi kita bisa lihat dengan langsung pemadangan Gunung Rinjani tanpa tertutup awan. Asyik pokoknya, tapi ceritanya nanti terpisah aja ya. Nah salah satu aktivitas yang ditawarin di MYAMO adalah berkunjung ke air terjun yang diberi nama Air Terjun Jereweh. Namanya begitu ya karena berada di Kota Jereweh. Untuk alamat lengkapnya bisa coba tanya penduduk atau ikuti koordinat ini 8° 52′ 34.90″ S  116° 51′ 6.01″ E. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kuda-kuda Sumbawa yang gagah perkasa.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Salah satu medan yang mesti dilewati untuk menuju air terjun.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kalau sempat bisa berhenti sebentar untuk memotret lahan sawah dan perbukitan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kolam air yang merupakan bagian dari rangkaian air terjun.

Dari resor yang saya inapi butuh sekitar kurang dari 15 menit perjalanan saja. Awalnya medan yang dijaluri aspal berubah menjadi jalan setapak yang hanya muat dilewati satu orang. Kemudian berubah menjadi jalanan bebatuan. Melewati rumah-rumah penduduk yang berubah menjadi lahan sawah yang luas. Masih ada yang kosong dengan lumpur, sisanya ada yang ditumbuhi rerumputan yang sedang disinggahi kuda-kuda Sumbawa yang begitu terkenal di jagat Indonesia.

Makin lama kok jalanannya makin hancur ya. Semakin berbatu dan juga ada kubangan air sisa-sisa hujan. Sempat ragu kalau kendaraan kami bisa melewati atau nggak ya, ternyata supir kami begitu handal, maklum akamsi, jadi dia telrihat lihat banget pas nyetir. Terkadang cuma menyisakan jalan yang pas banget sama badan mobil dengan sisi di kiri dan kanan jalan ditumbuhi tanaman yang menjulang tinggi.

Dari tempat kami berhenti hanya butuh 5-10 menit trekking santai menuju air terjun. Di titik tiba ada kolam air yang warnanya biru pucat. Kelihatan kurang cemerlang mungkin efek hujan kemarin-kemarin. Perjalanan menuju air terjun mesti melewati jalanan tanah yang sedikit becek. Tidak ada jalur yang pasti, beberapa trek masih terlihat, tapi sisanya ya mengikuti insting aja menuju sumber bunyi air terjun. Ada beberapa batang dan ranting pohon yang bisa digunakan sebagai pegangan. Sebaiknya pakai alas kaki yang tidak licin. Bisa sih pakai sandal jepit seperti saya, tapi mesti lebih hati-hati aja.

Dengan perjuangan yang tidak seberapa dan lumayan berkeringat, akhirnya tiba juga di Air Terjun Jereweh. Tinggi puncak mungkin sekitar 25-30 meter. Debit air lumayan deras. Warna air sedikit biru, tapi memang tidak sebening kalau matahari terus bersinar. Tapi airnya sendiri sudah cukup dingin dan menyegarkan. Waktunya main-main air. Kolam airnya tidak begitu besar dengan kedalaman sekitar tiga meter. Jadi kalau nggak jago-jago banget buat berenang lebih baik duduk basahin kaki di pinggiran saja.  Bisa duduk-duduk di jajaran batu sambil fish theraphy. Iya, jadi begitu memasukkan kaki ke dalam air seketika kumpulan ikan-ikan kecil datang mengerumuni kaki kita.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Trek untuk menuju air terjun.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Airnya bisa lebih biru lagi dari ini kalau tidak musim penghujan.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ini dia air terjun yang belum naik pamornya tapi sebentar lagi akan jadi favorit baru.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Can’t wait to swim around! Photo by Deva.

Kurang lebih setengah jam saya habiskan untuk main air di sini. Berenang dan mengapung di tengah kolam. Lalu uji ketahanan dengan berdiri tepat di bawah kucuran. Lumayan banget “dipijat” secara alami. Hati-hati ya kalau mau mendekat kucuran airnya. Saya aja sengaja jalan mundur lewat pinggirannya. Bisa jalan lewat tepian dengan berpijak pada bebatuan. Tapi sekali lagi hati-hati. Bebatuan agak licin dan terkadang beruncing, jadi sebaiknya pelan-pelan saja melangkah. Kalau mau lompat, disediakan tali tambang di sisi kanan air terjun. Talinya agak tipis gitu, makanya saya jadi ragu buat lompat, takut nggak kuat tambangnya..hehehe.

Yang makin enak dari Air Terjun Jereweh adalah sepinya pengunjung, cuma ada kami saja di situ. Plus tidak ada biaya masuk yang dikenakan. Di sini juga tidak ada tukang yang menjual makanan atau minuman, jadi bawa sendiri ya perbekalan kalian. Oh ya, pastikan tidak membuang sampah sembarangan. Bawa kembali sampah yang kalian punya. Objek wisata ini memang masih alami, jadi tiap pengunjung mesti memiliki kesadaran yang tinggi akan kebersihan dan kecantikan alamnya. Kalau pengen ke sini tapi low budget, bisa ikutan open trip-nya Piknik Nusantara. Mereka buka rute eksplor Sumbawa Barat, termasuk beach camp di Pulau Kenawa.

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s