From Yu Sheng to Black Swan

Cantonese cuisine ala Li Feng Restaurant.

Chinese New Year is here! Happy year of fire rooster. Bagaimana selebrasinya, guys? Is it fun? Saya sendiri memang tidak merayakannya, tapi selalu menarik menyaksikan tradisi tahunan yang marak dengan ritual-ritual menarik, termasuk dengan sajian makanannya yang istimewa.

Dibanding Japanese food, lidah saya lebih nyaman dengan sajian Chinese food. Mungkin rasa, rupa dan rempahnya nggak begitu jauh dengan produk Indonesia. Di Jakarta sendiri ada begitu banyak restoran dengan menu asal negeri Tiongkok. Satu yang terbaik adalah Li Feng Restaurant, in house restaurant milik Mandarin Oriental Jakarta.

Li Feng lebih mengedepankan Cantonese cuisine yang autentik tapi tetap menawarkan sisi modern. Restaurannya sendiri berada di lantai dua, tepat di atas lobi hotel. Ruangan ditata ala fine dining dengan area makan untuk umum serta beberapa private dining room. Dinding ruangan bercerita lewat ukiran serta interior lampu yang terlihat seperti aliran air di lautan.

Selamat datang di Li Feng.
In-house restaurant milik Mandarin Oriental Jakarta ini diseting ala fine dining.
Buku menunya lucu deh, hard cover gitu
Knock…knock!

Sudah dua kali saya bertamu di Li Feng. Pertama untuk mencoba smokey Black Swan Dumpling yang begitu tersohor. Lalu yang kedua untuk menikmati sajian ala Chinese New Year, namanya Yu Sheng, sebuah tradisi unik yang mulai menular di beberapa kalangan. Aslinya memang berasal dari Malaysia juga Singapura. Nah, mau cerita yang mana dulu? Karena bertepatan dengan Imlek, saya bahas mengenai Yu Sheng dulu ya.

Yu Sheng merupakan sebuah tradisi yang biasa dilakukan bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Cina. Tradisi makan yang dihiasi dengan aneka bahan makanan, warna-warni, namun menyertakan filosofi mendalam mengenai keberuntungan dan kemakmuran di tahun yang baru.

Saya baru mengenal Yu Sheng pas ke Li Feng kemarin. Bersama kami melakoni salah satu ritual penting ini sambil mendoakan yang terbaik ke depannya. Yu Sheng berasal dari kata yu yang berarti ikan dan kata sheng yang bermakna mentah. Yu Sheng dikategorikan sebagai salad berwarna-warni yang dipadu dengan ikan mentah. Ada sekitar 17 macam hidangan yang disajikan, antara lain wortel, lobak, jahe merah, daun bawang, irisan kulit pangsit, manisan kulit jeruk, talas, jamur enoki, dan lainnya. Untuk ikannya sendiri bisa menggunakan tuna, salmon atau jelly fish.

Untuk menyantap Yu Sheng ada protokolnya nih. Inilah yang membuatnya tampak menarik. Semua bahan yang ada dituangkan ke piring yang berisi aneka sayuran tadi. Sembari dituang, sekalian juga dibaca doa. Masing-masing bahan tersebut mewakili doa dan harapan tersendiri.

Jeruk, semoga diberi keberuntungan, kesuksesan dan kemakmuran. Ikan, semogal diberi kesejahteraan yang melimpah di tahun yang baru. Lada dan lima bubuk pedas lainnya, semoga nasib baik mengikutimu dan memiliki karir yang lancar. Minyak, semoga diberi kemakmuran di tahun baru. Plum sauce, semoga sepanjang tahun diberi kebahagiaan dan kebaikan. Dan keripik, semoga diberi emas yang melimpah.

Di akhir penuangan, bersama-sama menggunakan sumpit dan masing-masing mengambil salad dan diangkat tinggi-tinggi secara terus menerus sambil mengucapkan lo hei…lo hei…lo hei (berarti diangkat lebih tinggi). Katanya, semakin tinggi diangkat maka semakin tinggi pula keberuntungan kita.

Yu Sheng alias salad istimewa yang dihidangkan saat Chinese New Year.
Fried rice yang dibungkus dengan daun teratai.
Deep Fried Chicken with Sesame.
Braised Baby Abalone with Sea Cucumber and Fat Choy.

Di samping sajian Yu Sheng, masih ada beberapa menu yang istimewa dari Li Feng. Ada Fried Rice with Roasted Duck Meat and Dried Scallops Wrapped in Lotus Leaf. Kalau dari namanya tentu bisa ditebak ini nasi goreng. Yang bikin tambah istimewa karena dibungkus dengan daun teratai.

Tapi favorit saya tentu saja Deep Fried Chicken with Sesame. Menu ayam goreng yang dimasak dengan bumbu tertentu dan makin enak jika dicocol dengan sausnya. Empuk banget ayamnya. Ada lagi Braised Baby Abalone with Sea Cucumber and Fat Choy. Yang ini teksturnya kenyal-kenyal gitu. Tapi saya kurang begitu suka.

Nah, selain menu istimewa yang dikreasikan dalam rangka kemeriahan Lunar Day, Li Feng Restaurant juga memiliki beberapa signature menu yang saya kagumi detail penyajiannya. Soal rasa, tentu saja nggak perlu khawatir. Satu nama yang mengangkat nama Li Feng adalah Swan Dumpling with Black Pepper Duck Meat.

Ini nih yang paling banyak mencuri perhatian, khususnya di media sosial. Bentuknya yang lucu, dibuat ala swan berwarna hitam, ditata dalam wadah besi. Makin maksimal rupanya ketika dituangkan cairan yang akan mengeluarkan asap. Tentu saja akan membuat penampilan Swan Dumpling ini makin menarik.

Sebelum atraksi smokey Swan Dumpling dipertunjukkan, saya dihidangkan Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk. Ini juara sih. Garing, asin dan bikin nagih buat makan lagi dan lagi. Lagi keasyikan makan, datang lagi nih Spicy XO Scallop Dumpling dan Squid Ink, Seafood and Fish Roe Dumpling. Saya suka dumpling yang kedua.

Sajian berikutnya ada Imperial Kung Fu Soup yang bikin penasaran karena namanya. Makin nggak sabar untuk dicicipi karena dihidangkan dalam sebuah teko kecil. Ada mini cup yang diletakkan di sampingnya. Pertama-tama kita dianjurkan untuk meminum kuahnya terlebih dahulu. Gurih, berasa rempah-rempah banget. Semacam minuman yang pas kalau udara sedang dingin di luar sana.

Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk.
Squid dumpling.
Imperial Kung Fu Soup.
Swan Dumpling.

Sekarang memasuki menu utama. Duh, ini semuanya bikin mupeng. Ada empat menu yang tidak hanya cantik kalau difoto tapi juga langsung bikin kenyang. Untuk makan bertiga dengan sajian sebanyak ini, beuh, saya super kekenyangan. Ada Braised Hele Crab with Japanese Rice in Hoisen Sauce. Yang ini semacam nasi goreng tapi jauh lebih enak. Light aja sih rasa nasinya.

Disusul dengan Sauteed Beef with Szechuan Pepper and Chili yang disajikan disebilah batu. Ini empuk benar dagingnya. Kemudian ada pula Sweet and Sour Chicken with Pinneaple and Bell Pepper. Kalau ini sih paling juara rasanya dibanding teman-temannya. Semacam fillet ayam yang digoreng tepung dengan rasa asam-manis gitu. Tapi tentu saja lebih enak. Untuk menu sayurannya ada Wok Fried String Beans with Dried Shrimps and Garlic. Same-same-lah, nggak bisa komplain soal rasa. Sesuai selera saya. Dengan makanan yang berlimpah ruah rasanya nggak sanggup lagi untuk menikmati menu penutup. Tapi nggak afdol deh. Serasa main ke rumah orang trus nggak pamitan pas pulang. Analogi macam apa ini?

Jadi apa yang disiapkan di akhir jamuan makan ini? Ada tiga jenis dessert. Bentuknya lucu. Namanya Deep Fried Glutinos Rice Dumpling with Frog Jelly and Coconut Milk. Selanjutnya Blueberry Snow Skin Dumpling and Chilled Mango with Sago Cream and Pomelo. What can I say? Jamuan makan enak itu diakhiri dengan senyum yang melebar dan perut yang sudah tidak muat lagi untuk diisi makanan. Thank you Mandarin Oriental Jakarta for your kind hospitality! See you another time.

Sweet and Sour Chicken with Pinneaple and Bell Pepper.
Sauteed Beef with Szchuan Pepper and Chili. Di belakangnya ada Braised Hele Crab with Japanese Rice in Hoisin Sauce.
Wok Fried String Beans wih Dried Shrimps and Garlic.
Three dessert platter.

Li Feng Restaurant at Mandarin Oriental Jakarta

Jl. M. H. Thamrin

Jakarta – Indonesia

Tel: 021-2993 8888

Li Feng Restaurant

Jam buka: 11:30-14:30, 18:00-22:30

-PJLP-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s