Renungan di Pinggir Pantai

pb030180.jpg
Hello beach!

Pantai adalah salah satu tempat di dunia yang bisa bikin bahagia juga melodramatis bersamaan. Main ke pantai, kaki menginjak pasir, menyeruput bau air asin, mendengar desahan ombak, satu kombinasi yang memberi kedamaian, ketenangan. Tapi di sisi lain, duduk-duduk santai di pinggir pantai, membiarkan rambut tergerai disapu angin laut yang bikin masuk angin setelahnya, ditambah playlist yang sengaja dipilih khusus jika ingin ke pantai kadang-kadang mencipta efek melodramatis.

Tatapan lurus searah cakrawala, menembus kumpulan air di depan mata, sambil membayangkan banyak hal yang semestinya tidak perlu dibayangkan namun sukses bikin kita introspeksi diri sendiri. Well, it’s very human sih and there’s nothing wrong with that.  Makanya saya begitu menanti-nantikan momen tiap kali mau ke pantai. Karena seluruh emosi bisa saya salurkan dengan menghabiskan waktu di pantai. Banyak pantai yang sudah jadi “korban” atas euphoria kehidupan saya.

Satu perjalanan pantai yang bikin ceria hati adalah saat bertamu di Lombok selatan. Saya terkesima dengan kealamian pantai-pantai di sini. Memang Tanjung Aan begitu memesona. Tapi hati saya terpaut pada dua sejoli yang bikin jatuh cinta sejak melangkah mendekatinya. Adalah Pantai Selong Belanak dan Pantai Mawun. Si biru yang cemerlang dengan gradasi warna air laut yang begitu kinclong saat dipapar matahari. Sayang untuk berkedip.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
On my way to the beach.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pantai Selong Belanak yang pas untuk belajar selancar.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Lebih banyak penduduk lokal yang mendatangi Selong Belanak ketimbang turis.

Saya bertemu dengan Selong Belanak terlebih dulu. Berada di selatan Lombok, Selong Belanak berjarak 49 km dari Kota Mataram. Kalau diukur dengan waktu, kira-kira butuh 90-120 menit perjalanan. Paling asyik memang naik mobil sih, biar lebih nyaman. Tapi ada juga yang nekat memilih sewa motor untuk berkunjung ke sini. Beberapa turis asing kerap memilih menggunakan motor, tapi itu karena mereka kebanyakan sedang menginap di kawasan dekat Pantai Kuta.

Perjalanan ke pantai-pantai di selatan Lombok cukup menyenangkan sih. Jalanan tidak terlalu lebar, nihil macet, beraspal, walau pemandangannya kadang terlihat kering dan kurang seceria seperti mengitari Senggigi menuju Pelabuhan Bangsal. Namun tak menjadi perkara besar. Walau terlihat lebih gersang, tapi tetap menyenangkan kok menuju pantai. Ketenangan lalu lintas tanpa kebisingan sudah cukup menjadi teman perjalanan yang mengasyikkan.

Tiba di Selong Belanak akan terhampar pemandangan pantai yang luas dan panjang. Di depan saja berjajar bukit-bukit hijau agak kebiruan menjadi latar yang seakan melindungi pantai dari terpaan gelombang air dari Samudra Hindia. Dan yang paling membahagiakan adalah pantai begitu sepi dari kerumunan pengunjung. Bisa dihitung jari yang ada di sana. Malah sebagian besar merupakan penduduk sekitar yang memang berdagang di sana atau instruktur surfing.

Datang saat tengah hari bukanlah ide baik. Panasnya membuat kita enggan untuk berbaring atau jalan-jalan menyusuri bibir pantai. Tapi kalau sudah di sini, masa hanya duduk saja dan melindungi diri dari matahari. Saya memilih untuk menyusuri bibir pantai yang seakan tak ada habisnya. Berjalan tanpa beban tanpa merisaukan apapun. Di Selong Belanak saya memilih untuk lebih rileks sambil sibuk memandang bocah-bocah yang main pasir diselingi seorang wanita asing sedang berlatih selancar.

Yes Selong Belanak merupakan tempat terbaik bagi kalian yang ingin belajar surfing. Ombaknya lumayan juga, tapi masih aman untuk ukuran pemula. Kepengen banget sih belajar surfing, tapi apa daya, saya hanya punya waktu sebelum sore karena mesti mengejar penerbangan ke Bali sebelum malam tiba. Selong Belanak asyik banget sih buat dikitari menggunakan ATV, tapi saat itu belum ada jasa penyewaannya. Di Selong Belanak tersedia beberapa warung makan. Ada juga yang menjual semacam seafood bakar yang disajikan dalam bentuk sate. Rasanya, hmm… biasa aja sih. Malah terlalu alot cumi yang saya makan, belum masak betul. Untuk harganya, sekitar Rp10.000-Rp15.000 (Desember 2013).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pantai-pantai di Lombok selatan memang kece-kece.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Mawun yang cantik tiada tara.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Lekuk pantai yang membentuk setengah lingkaran.

Dari Selong Belanak I’m moving my ass to Mawun Beach. Nggak sampai 30 menit perjalanan juga sudah sampai di Mawun. Pantai yang bikin jatuh cinta sejak pertama kali menjejakkan kaki. Banyak hal yang saya sukai dari Pantai Mawun. Pertama, gradasi air lautnya, aah, bikin mata ini nggak mau melek. Cantik banget! Biru tosqa-nya benar-benar menggoda untuk berenang di sana. Apalagi ombaknya sama sekali nggak akan mengganggu kalau ingin berenang-berenang cantik. Anteng banget sih ombaknya.Itu berkat dua bukit yang seakan melindungi terjaman gelombang dahsyat dari Samudra Hindia. Bentuk bibir pantainya pun menarik. Membentuk serupa setengah lingkaran. Jadi kalau foto panorama pasti apik deh hasilnya.

Cuma satu kekurangan Mawun, lumayan terekspos matahari sih. Karena nggak terlalu banyak pohon teduh dekat pantai.Tapi itu bukan perkara besar, karena saya bisa menguasai pantai tanpa sikut-sikutan dengan pengunjung lain. Pantai Mawun serasa pantai pribadi. Siang itu cuma ada saya, teman saya dan seorang turis asing yang baru selesai berenang. Udah segitu aja. Asyik ya! Tapi sayangnya kemarin dengar dari salah satu kolega kalau Mawun sudah ramai, sudah nggak seasyik dulu. Thank goodness deh saya sempat merasakan pantai di Lombok selatan ini dalam rupa yang sempurna.

Renungan di Mawun membawa saya pada rasa syukur, ya karena saya masih bisa melihat dan menikmati alam tanpa halangan. Saya masih bisa duduk-duduk santai di pinggir pantai dan bahagia. Hal sesederhana ini sudah bikin bahagia memang. Saya hanya berharap bisa mengunjungi banyak pantai cantik lainnya di seantero Indonesia. Semoga masih sanggup untuk keliling Indonesia (juga dunia) dan mengumpulkan banyak kisah dan momen-momen seperti ini. Saya juga mendoakan hal yang sama untuk kalian semua. Amin.

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s