Farewell Red Building

Goodbye red building!

Beberapa waktu yang lalu sahabat bulat kesayangan saya, Septy, mengirimkan direct message via Instagram. Isinya merujuk pada posting-an temannya. Fotonya begitu familiar, bangunan merah bergaya klasik dengan potret anak kecil di sampingnya. Bukan fotonya yang menjadi topik utama, tapi caption di bawahnya yang membuat saya tertegun. Di situ tertulis kalau bangunan merah di mana Red Dot Design Museum Singapore berada akan dipindahkan, entah ke mana.  Shocking news berikutnya adalah gedung berwarna merah menyala itu akan dicat dengan warna lain kemudian beralih menjadi bangunan komersial. Ah, this is a heartbreak.

Saya dan Septy sama-sama berduka untuk berita tersebut. Kok lebay banget sih kami? Ya memang. Karena bangunan ini punya memori bagi kami, karena menjadi salah satu tujuan wisata waktu “honeymoon trip” ke Singapura lima tahun silam. Kami sama-sama jatuh hati dengan bangunannya yang cantik dan artistik ini. Trus makin menjadi-jadi karena terpesona dengan isi dalam museumnya. Ya sedih aja sih, walaupun museumnya nggak tutup, tapi cuma pindah tempat, tapi tetap saja, bangunan merah ini sudah melekat di hati. Suasananya, lokasinya, vibes-nya asyik banget di sini.

Jadi atas nama memori saya ingin cerita sedikit mengenai Red Dot Design Museum Singapore dengan bangunan merahnya itu. Seperti yang pernah saya ungkap sebelumnya, Singapura memiliki wahana wisata museum yang bisa memuaskan para pecinta museum dan sejarah. Saya sudah menyambangi sekitar enam museum dan kesemuanya begitu menarik untuk ditelusuri. Saya sempat membahas beberapa nama di sini, seperti National Museum Singapore (ini favorit saya), Singapore Philatelic Museum dan Peranakan Museum (juga favorit saya). Beberapa lain yang pernah saya kunjungi yaitu Singapore Art Museum (SAM), Maritime Museum termasuk Red Dot Design Museum.

Jalan masuk menuju museum.
Ruang pamer yang luas dan lowong.

Nah museum terakhir sebenarnya adalah museum pertama yang saya datangi di Singapura. Museum inilah yang menjadi penanda diri bahwa saya begitu tertarik dengan jajaran museum di Negeri Singa. Ya mungkin karena norak aja, di Indonesia, khususnya Jakarta jarang menemukan museum yang cakep, yang bisa memberi kepuasan bagi history and art geeky macam saya, makanya jadi terpesona maksimal begitu menemukan objek wisata seperti ini.

Red Dot Design Museum Singapore terletak di Red Dot Traffic. Di mana tuh? Gampang, tinggal naik MRT aja trus turun di Tanjong Pagar Station. Habis itu jalan kaki 5 menit sampai ketemu bangunan merah menyala di pojok jalan. Udah deh, sampai kalian. Nggak bakalan susah untuk menemukan si red building, ya karena cuma satu-satunya bangunan dengan model seperti ini. Suasana sekitar gedung tenang, asri, nggak terlalu ramai dengan kendaraan yang lalu lalang dan bukan touristic area pula.

Di dalam bangunan merah bergaya kolonial ini tidak hanya terdapat museum semata, tapi ada juga toko suvenir serta kafe yang sama menariknya. Kami melewatkan kafe dan toko suvenir karena mengejar waktu masuk museum, sebentar lagi sudah sore, takut tutup. Begitu masuk, di depan ada petugas yang akan menagih tiket masuk. Waktu itu harganya SGD 10, tapi kami curang alias medit, ngakunya masih mahasiswa dengan menunjukkan kartu mahasiswa.

Saya malahan tidak menunjukkan kartu mahasiswa sama sekali karena kelupaan bawa. Tapi masih dipercaya seperti mahasiswa, padahal uda lulus berapa tahun yang lalu..haha. Tapi yang kayak-kayak gini jangan ditiru ya. Kalau ketahuan kan malu juga. Memang kalau masih terdaftar sebagai mahasiswa dapat potongan 50%. Lumayan banget. Hal ini juga berlaku untuk beberapa museum lainnya.

Saat itu museum tidak sedang banyak pengunjung, hanya ada satu-dua orang saja. Mungkin karena sudah agak sore ya. Overall Red Dot Design Museum Singapore menyajikan koleksi dari tren-tren desain terbaru skala internasional. Secara keseluruhan sudah melakukan lebih dari 1.000 pameran yang menyajikan berbagai produk desain dan komunikasi dari 50-an negara di seluruh dunia. Koleksi-koleksi yang ditampilkan di sini merupakan pemenang dari Red Dot Design Award, salah satu kompetisi desain bergengsi di dunia.

Sejujurnya terkadang mikir sendiri kalau datang ke galeri atau museum yang memamerkan karya seni dan desain. Beberapa ada yang abstrak dan serba absurd hingga perlu mengkerutkan dahi untuk memahami interpretasi sang seniman. Tapi seringkali hanya membiarkan itu menguap di udara tanpa perlu ngotot untuk memahami maknanya. It just a beautiful piece of art. That’s all.

Pajangan mesin pembuat kopi.
Yang paling keren, jajaran produk Tupperware.

Ruang pamernya sendiri cukup luas dan lowong, tidak ada sekat khusus yang membatasi antar ruang dan benda yang dipamerkan. Bagian atasnya dibuat unfinished gitu. Waktu kemarin ke sana (nggak kemarin juga sih, lima tahun yang lalu sih) kami melihat karya-karya yang nggak biasa. Ada satu pojok yang mempertontonkan bath-up (agak random sih), ada juga beberapa desain colokan (ini lebih random lagi), mesin pembuat kopi dan beberapa koleksi yang nggak pernah saya temukan di sebuah museum. Tapi yang paling kece dan unik adalah koleksi Tupperware. Iya, that Tupperware, tempat makan dan minum andalan.

Mungkin kalau satu atau dua produk Tupperware dipamerkan akan terlihat aneh, biasa dan sama sekali nggak penting.  Tapi di satu pojokan ada begitu banyak produk-produk Tupperware, segala jenis dan warna-warni. Semua disusun sedemikian rupa dan jadinya bagus banget. Saya sama sekali nggak nyangka bisa lihat koleksi museum seperti ini. Luar biasa, kreatif banget sih yang bikin. Saya bahkan lupa cek siapa yang menciptakan koleksi ini. Rasa-rasanya pengen nyomot satu tempat makannya.

Secara keseluruhan Red Dot Design Museum Singapore memberi cita rasa berbeda jika ingin menikmati Singapore dari sisi seni dan desain. Saya berharap Red Dot Design Museum masih tetap menawarkan yang istimewa, yang unik, yang kreatif dari elemen desain. Semoga tempat barunya lebih cantik dari sekarang. Dan diminati pengujung, terutama dari Indonesia. Amin. Farewell red building!

-PJLP-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s