Afternoon in Narmada

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Taman Narma yang cantik dari Lombok.

Kalau ke Lombok mesti ke pantainya. Iya, itu pasti. Tapi selain pantai, kecantikan Lombok juga terpancar melalui objek wisata lain, salah satunya lewat taman. Bukan sembarang taman, yang ini sudah berusia nyaris tiga abad.

Waktu pertama kali ke Lombok sekitar empat tahun lalu, fokus utama adalah pantai-pantainya yang luar biasa menakjubkan. Tapi saya ingin lebih luas lagi menelusuri Lombok. Banyak yang menarik. Banyak yang bagus. Nah, waktu trip ke Lombok itu memang dari awal konsepnya go show.

Dari Jakarta cuma beli tiket pesawat, udah itu aja. Sama sekali nggak booking hotel, browsing destinasi dan kuliner, jadi sampai Lombok baru mulai cari-cari. Metode random ini sungguh menyenangkan untuk dipratikkan sekali-kali, guys! More fun and adventurous. Walau risikonya juga cukup bikin deg-degan. Takut nggak kedapatan hotel. Takut jadi chaos perjalanannya. Tapi kalau kata Coldplay, if you never try you never know.

Begitu sudah dapat hotel di daerah Senggigi (itu setelah masuk-keluar cek hotel sana-sini sambil bawa backpack), saya menyewa motor. Paling asyik keliling sekitaran Senggigi-Mataram ya naik motor. Pemandangannya langsung menatap pantai yang terlihat tanpa batas. Sewa motor plus bensin nggak sampai Rp100.000. Setelah motor sudah dapat, giliran buka HP dan browsing tempat wisata. Pencarian berhenti di Taman Narmada. Kayaknya bagus ya. Kayaknya oke buat foto-foto. Kemudian cek lokasinya via Google Maps ternyata nggak sampai 30 menit perjalanan. Yo wis, cuss ke sana.

Perjalanan ke Taman Narmada tidak begitu sulit untuk ditempuh. Pakai Google Maps segalanya nampak mudah, kecuali memang memiliki kendala kalau susah membaca peta. Thanks to every journey that I took for the last couple years sehingga saya jadi bisa membaca peta. Jalan yang dilalui juga sudah bagus, beraspal, tidak macet. Ya beberapa kali melewati area yang nihil bangunan, hanya kebun yang luas dengan pepohonan rimbun. Sesekali berada di keramaian. Tapi masih aman kok untuk dijalani. Buktinya ua perempuan ini berhasil selamat tiba di tujuan. Total sekitar 10 km dari Kota Mataram.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sneak peek.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Konsep taman dibuat semacam pundan berundak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Taman Narmada sendiri berada di jalanan yang cukup ramai. Kami masuk lewat pintu samping, masih siang sehingga masih banyak motor yang diparkir di luar. Dari sini dekat saja untuk mendapati pintu masuk tempat membeli tiket masuk yang harganya sama sekali ramah di kantong, saat itu ya. Tapi kalau pun naik, pastilah tidak akan bikin gelisah. Begitu masuk dari pintu samping, akan terlihat bangunan-bangunan yang kurang begitu paham apa fungsinya. Ada semacam bale-bale dengan pintu hijau bernilai etnik. Dari sini bisa lihat pemandangan sekitaran taman.

Namanya taman pastinya warna hijau mendominasi di mana-mana. Banyak pohon dan tanaman hijau yang menghiasi seluruh area. Tamannya dibuat bertingkat-tingkat seperti pundan berundak dengan beberapa kolam yang menyebar di beberapa titik. Ada yang hanya kolam sebagai pemanis, ada pula sebagai kolam pemandian. Saran terbaik untuk mendatangi Taman Narmada adalah menjelang sore, sekitar jam 15:00 supaya nggak kepanasan waktu keliling-keliling. Lumayan banget luasnya guys tamannya dan beberapa titik terekspos langsung dengan matahari.

Kalau ditilik dari segi sejarahnya, taman yang luasnya mencapi 2 hektar ini dibangun oleh Raja Mataram Lombok, Annak Agung Ngurah Karang Asem pada tahun 1727. Taman cantik ini seyogyanya didirikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka. Secara tahun masehi upacara itu jatuh sekitar bulang Oktober-November. Selain itu Taman Narmada juga berperan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada musim kemarau. Semacam summer palace kali ya. Saya langsung teringat Floating Palace ala Kerajaan Karangasem di Bali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Banyak kolam-kolam pemandian dan kolam hias di sekitaran areal taman.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pura Narmada.
DSCN0086
With Ms. Eldina.

Mengenai Narmada sendiri, kalau baca-baca namanya diambil dari Narmadanadi, merupakan anak Sungai Gangga yang dianggap suci di negeri India sana. Air sebagai unsur penting dalam kehidupan memiliki filosofi yang dalam dari esensi dasarnya. Mata air diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Sepertinya dinamakan Narmada untuk menamai mata air yang membentuk kolam dan sungai sekitaran taman. Akhirnya malah dijadikan nama taman secara keseluruhan.

Sebagai cagar budaya, Taman Narmada terbagi menjadi beberapa bagian. Ada Gerbang Utama, Jabalkap, Telaga Kembar, Gapura Gelang/ Paduraksa, Mukedes, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Balai Terang (tempat peristirahatan raja), Patandaan, Bangunan Sekepat, Balai Bacingah, Pura Kelasa (disebut juga Pura Narmada) dan Pura Lingsar. Kalau ingin tahu lebih detail mengenai Taman Narmada bisa lihat di sini.

Untuk mendapatkan sudut pandang lain dari Taman Narmada bisa meluncur ke Pura Narmada, letaknya berseberangan dari view point yang saya datangi ini. Walau berseberangan, tapi model areanya seperti pundan berundak, jadi kita mesti turun dan naik untuk mencapai pura. Begitu sampai di pelataran luar pura, saya tidak bisa masuk. Memang hanya pemeluk Hindu saja yang boleh masuk. Tapi di luarnya saja sudah cukup puas untuk menikmati suasananya. Beberapa ada yang membawa gentong ataupun jerigen untuk mengambil air suci dari mata air dekat situ.

That’s a wrap about Taman Narmada. Happy long weekend, folks!

Taman Narmada

Jl. Raya Narmada, Lembuak

Lombok Barat – Indonesia

Tel: 0823 4056 4761

Jam buka: 08:00-17:00

Tiket masuk: Rp6.000 (domestik), Rp10.000 (mancanegara)

-PJLP-

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s